Kegundahan Selimuti Real Madrid
Jumat, 11 Mar 2005 02:00 WIB
Jakarta - Para pemain Real Madrid masih tidak percaya timnya kalah dari Jventus dan gagal bertahan di pentas Liga Champions, turnamen level Eropa yang pernah mereka menangi sebanyak sembilan kali.Kemarin Real ditekuk Juve 0-2 di Delle Alpi sehingga secara agregat kalah 1-2. Akibatnya, untuk pertama kali dalam tujuh tahun terakhir Raul Gonzalez cs tak mampu menembus babak perempatfinal."Tak ada kata-kata yang bisa menjelaskan betapa kecewanya kami dengan kekalahan ini," tutur Raul. "Kami mencoba sekuat tenaga tapi tak mampu bikin gol. Ini sungguh masa yang sulit buat kami dan fans."Kegundahan juga dirasakan David Beckham yang dalam pertandingan tersebut seperti tidak banyak perannya. "Saya tak tahu di mana kesalahan kami sehingga mereka bisa menjungkalkan kami," tandasnya. "Juve memang tim hebat, tapi kami juga. Tak ada perbedaan besar di antara kami. Saya tidak bisa menjelaskannya."Gelandang lain Thomas Gravesen, satu dari sedikit pemain Real yang bermain bagus malam itu, punya kalimat tersendiri tentang kegagalan timnya. "Saya sedih dan kecewa. Kami tidak beruntung. Satu-satunya perbedaan adalah kami tidak menggolkan peluang, sedangkan mereka bisa."Sementara itu beberapa media massa Spanyol melihat kekalahan tersebut sebagai bukti bahwa skuad yang sekarang tak lagi mampu bersaing dengan tim-tim top lain di Eropa. "Juventus mengubur Galacticos di Delle Alpi," tulis harian As dikutip Reuters, Kamis (10/3/2005). "Tim Real Madrid yang sekarang sudah tamat."El Pais memuat pandangan serupa. "Untuk kedua kalinya berturut-turut Real menempatkan dirinya di tepi jurang di bulan Maret. Di Turin... Tim Vanderlei Luxemburgo merampungkan episode lain dalam sejarah yang sakit dari Galacticos." (a2s/)











































