Kekesalan Bale itu dimulai pada musim 2014/2015 ketika Ancelotti memainkan pesepakbola Wales itu tidak di posisi favoritnya yakni sebagai penyerang tengah. Ancelotti kala itu memilih memainkan Bale di posisi kanan, sementara Cristiano Ronaldo di tengah.
Bale pun lantas mengutarakan uneg-unegnya itu tidak kepada Ancelotti langsung melainkan lewat agennya Jonathan Barnett. Barnett mengadu kepada presiden Florentino Perez yang langsung menegur Ancelotti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan pemain asal Wales itu mencetak dua gol penting di final Liga Champions dan Copa del Rey.
"Saya dipanggil Presiden Florentino Perez dan bertemu dengan dia serta agen dari Bale. Sang agen mengatakan kondisi Bale yang sesungguhnya," tulis Ancelotti pada buku terbarunya Quiet Leadership: Winning Heats, Minds, and Matches.
"Sang agen berkata Bale merasa posisinya salah dan tak senang ditempati di sana. Bale ingin tampil lebih bebas dan bermain di tengah," sambungnya seperti dikutip Soccerway.
Ancelotti pun mengaku tak bisa mengikuti keinginan Bale. Pasalnya jika itu dilakukan sistem permainan akan berubah total, bahkan semua pemain pun akan berganti peran.
"Hal yang mengejutkan saya, mengapa dia tak mau berbicara langsung. Ketika bertemu, saya bertanya itu kepada Bale dan dia hanya menjawab 'Oke, tidak masalah'." (mrp/raw)










































