Dengan finis di urutan keempat, Villarreal adalah tim terbaik di luar tiga raksasa penguasa La Liga dalam beberapa musim terakhir, Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid. Selain finis di urutan keempat, The Yellow Submarine juga melaju sampai ke semifinal di Liga Europa.
Namun, pelatih yang mengantarkan Villarreal mencapai torehan di atas, Marcellino, telah meninggalkan klub. Marcellino dikabarkan berselisih paham dengan petinggi klub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudah begitu, start Escriba di Villarreal tidak berjalan mulus. Bertanding di kualifikasi Liga Champions melawan AS Monaco, Kamis (18/8/2016) dini hari WIB, Villarreal kalah 1-2 pada leg I yang dihelat di kandang sendiri, Stadion El Madrigal.
Penalti bek Monaco, Fabinho, sempat disamakan oleh pemain depan Villarreal, Alexandre Pato. Tetapi, gol Bernardo Silva di menit ke-72 memberikan Villarreal kerugian besar.
Meski begitu, Escriba yakin timnya bisa bangkit dan memperbaiki permainan. "Jika kami meminimalisir kesalahan, kami masih punya kesempatan. Tapi, dua pekan terakhir begitu berat buat kami karena ada banyak pemain cedera," ujar Escriba seperti dilansir Soccerway.
"Kami membuat kesalahan lebih banyak daripada mereka, beberapa adalah kesalahan signifikan. Kami punya kans untuk mencetak gol, tapi saya pikir seharusnya laga itu berakhir imbang.
"Yang bisa saya katakan kepada fans adalah kami tidak akan menyerah dan akan berusaha sebisa mungkin untuk lolos (ke fase grup Liga Champions)," kata Escriba.
Kini, Villarreal harus mengalihkan fokus pada Granada, lawan mereka di pekan perdana La Liga musim ini. Laga tersebut akan dihelat di kandang Granada, Sabtu (21/8) dini hari WIB.
(roz/din)











































