Bersama Atletico Madrid, Griezmann kalah di final Liga Champions 2015-16. Atletico menyerah lewat adu penalti 3-5 usai berimbang 1-1 sampai babak tambahan waktu dalam laga di San Siro, Milan, akhir Mei silam.
Kurang dari dua bulan berselang, Griezmann kembali dipaksa menelan pil pahit. Timnas Prancis, yang diperkuatnya, ditekuk Portugal 0-1 di final Piala Eropa, turnamen yang dihelat di negaranya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Griezmann sukses menjadi ujung tombak Los Rojiblancos setelah kehilangan Diego Costa. Dalam dua musim terakhir, penyerang berusia 25 tahun itu unjuk ketajaman dengan mencetak 57 gol dalam 107 penampilannya di seluruh kompetisi.
Tak ayal, Griezmann menjadi buruan sejumlah raksasa Eropa. Akan tetapi, Griezmann menanggapi rumor itu dengan menyepakati kontrak baru dengan Atletico yang akan menahannya sampai lima tahun ke depan.
"[Atletico] adalah sebuah klub yang bisa mendatangkan banyak gelar juara. Aku benar-benar tidak berniat untuk pindah ke klub lain. Aku ingin memenangi banyak titel juara dengan Atletico," sambung dia.
"Bukan sebuah misi pribadi untuk memenangi La Liga tapi aku sangat menginginkannya. Kami punya hasrat yang besar untuk memenangi La Liga dan Liga Champions dan aku akan memberikan segalanya untuk membantu timku mencapai sukses," cetus dia.
(rin/cas)











































