Real Madrid Mirip Schumacher

Real Madrid Mirip Schumacher

- Sepakbola
Selasa, 29 Mar 2005 08:10 WIB
Jakarta - Spanyol punya Real Madrid di dunia sepakbola dan Fernando Alonso di ajang Formula 1. Tapi saat ini El Merengues lebih menyerupai pembalap Jerman Michael Schumacher.Mengapa bisa sama? "Real Madrid adalah tim terbesar yang pernah ada dan saya melihatnya sebagai Schumacher. Kami akan bangkit kembali, percayalah," begitu penjelasan Ivan Helguera.Pembandingan itu dibuat Helguera tentu pada konteks masa kini, di mana Real terancam tanpa gelar lagi dan Schumacher selalu keok di dua seri pertama Grand Prix F1 2005.Meskipun ia salut pada Alonso karena tengah memimpin klasemen F1, tapi bek internasional Spanyol itu berkeyakinan bahwa Schumacher belum tamat dan bakal memperlihat kualitas sesungguhnya, yang membuat jagoan Ferrari itu tujuh kali merebut gelar juara dunia."Fernando Aloso orang hebat, dan dia orang Spanyol seperti kami. Orang-orang sedang menyanyikan puji-pujian buat dia dan mengatakan Michael Schumacher adalah bencana. Tapi kita sedang membicarakan pembalap terbesar dalam sejarah. Ini sama dengan Real Madrid di dunia sepakbola," paparnya dalam harian As, Senin (28/3/2005).Real Madrid tertinggal 11 poin dari pimpinan sementara La Liga, Barcelona, di sisa 10 pertandingan. Sementara di ajang Copa del Rey dan Liga Champions Raul Gonzalez dkk sudah tersingkir.Soal kondisi menyedihkan itu Helguera menganalisisnya sebagai akibat gonta-ganti pelatih. Setelah memecat Carlos Queiroz di akhir musim lalu Real merekrut Jose Antonio Camacho. Tapi baru beberapa minggu eks pelatih timnas Spanyol itu mengundurkan diri karena tak cocok dengan kebijakan direksi.Camacho lalu diganti Mariano Garcia Remon sebelum menggaet pelatih Brasil Vanderley Luxemburgo di awal tahun. "Kami punya musim yang buruk lantaran orang-orang terlalu keras terhadap kami menyusul pengunduran diri Camacho," sambung Helguera yang dua hari lalu genap berusia 30 tahun."Camacho pasti punya alasan sendiri untuk meninggalkan kami, tapi mereka tak adil pada pemain. Mereka menyebut kami dengan panggilan macam-macam dan sejak itu yang kami rasakan tidaklah mudah." (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads