Menjamu Atletico di Camp Nou, Kamis (22/9/2016) dinihari WIB, Barca tampil sangat dominan dengan penguasaan bola mencapai 70%. Namun, mereka kesulitan untuk menembus rapatnya pertahanan Atletico.
Barca akhirnya bisa memecahkan kebuntuan melalui gol Ivan Rakitic pada menit ke-41. Tim tuan rumah pun unggul 1-0 hingga jeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelahnya, Barca punya sejumlah peluang untuk unggul lagi, antara lain lewat Neymar, Gerard Pique, dan Jordi Alba. Namun, tak satu pun peluang itu yang berbuah gol tambahan.
[Gambas:Sportradar]
"Pertandingan seperti ini ditentukan oleh detail-detail kecil," ucap Enrique di situs resmi klub.
"Mereka beruntung bisa memaksimalkan serangan itu," kata pelatih Barca itu, merujuk pada momen terpelesetnya Javier Mascherano ketika hendak mengadang Correa. Setelah Mascherano jatuh, Correa dengan leluasa mengirimkan bola ke gawang Barca.
Enrique menambahkan, Barca seharusnya bisa memenangi laga. Akan tetapi, dia juga memuji Atletico yang bertahan dengan sangat baik.
"Kami pantas menang jika melihat pendekatan kami dan bagaimana kami bermain. Namun, dalam sepakbola faktor-faktor lainnya juga berperan," ujarnya.
"Kami punya sedikit peluang karena lawan kami tak membiarkan kami mendapatkan peluang. Kami adalah tim terbaik dalam menyerang dan mereka adalah tim terbaik dalam bertahan," kata pelatih berusia 46 tahun itu.
Barca saat ini menduduki posisi ketiga di klasemen sementara La Liga dengan koleksi 10 poin dari lima laga. Mereka berjarak tiga poin dari Real Madrid yang menempati posisi teratas.
(mfi/mfi)











































