Di bawah arahan Benitez, Casemiro hanya bermain 12 kali di La Liga. Dalam 12 penampilan tersebut, 7 di antaranya dia bermain sebagai starter dan 6 di antaranya bermain penuh. Sisa 5 pertandingan lainnya, ia bermain sebagai pemain pengganti.
Begitu Zidane masuk setelah Benitez dipecat pada Januari 2016, Casemiro bermain 11 kali, di mana 10 di antaranya sebagai starter. Hanya 3 di antaranya pemain bernama lengkap Carlos Henrique JosΓ© Francisco VenΓ’ncio itu diganti sebelum laga selesai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, Casemiro mengalami cedera pada pertandingan melawan Espanyol, September lalu. Ia mengalami retak tulang fibula dan diperkirakan absen selama 1-2 bulan. Tanpa Casemiro, Madrid mengalami tiga hasil imbang beruntun di liga.
Tak pelak, absennya pemain berusia 24 tahun itu adalah salah satu faktor menurunnya Madrid. Casemiro sendiri sebal bukan main dengan cedera yang membekapnya.
[Baca Juga: Frustrasinya Casemiro Terkait Cedera yang Membekapnya]
Meski begitu, Casemiro cukup bersyukur. Semenjak Zidane ditunjuk menjadi pelatih, ia mendapatkan kepercayaan yang tidak berbatas. Terlebih, pelatih asal Prancis itu punya kedekatan personal dengan pemain-pemainnya.
"Zidane tahu seperti apa rasanya menjadi pemain. Buat saya, dia tidak berubah," ujar Casemiro kepada Onda Cero.
"Dia juga berbicara dengan pemainnya secara personal, tetapi berbicara sebagai pelatih pada sesi latihan. Dengan pemahaman yang baik soal permainan ini, dia berada di trek yang tepat," kata pemain asal Brasil ini.
Casemiro didatangkan Madrid pada 2013 setelah sempat menjadi pemain pinjaman lebih dulu. Setelahnya, ia sempat dipinjamkan ke FC Porto selama musim 2014/2015, sebelum akhirnya kembali lagi ke Madrid pada 2015/2016.
(roz/krs)











































