DetikSepakbola
Minggu 21 Mei 2017, 19:40 WIB

Ketika Madrid vs Barca Bikin Malaga Terbelah

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Ketika Madrid vs Barca Bikin Malaga Terbelah Pelatih Malaga Michel (Foto: AFP PHOTO / JORGE GUERRERO)
Malaga - Malaga berperan penting menentukan Real Madrid atau Barcelona yang juara La Liga musim ini. Bahkan pelatih dan satu pemain Malaga pun sampai terpecah.

Madrid memang ada di pole position untuk perebutan gelar juara dengan 90 poin dari 37 pertandingan, unggul tiga angka dari Barca di urutan kedua klasemen.

Hanya butuh satu poin bagi Madrid untuk menyegel gelar liga ke-33 mereka sepanjang sejarah. Sementara Barca harus menunggu Madrid terpeleset agar nantinya kemenangan atas Eibar tidak terasa sia-sia.

Maka dari itu semua mata rakyat Spanyol tertuju pada duel di La Rosaleda, Senin (22/5/2017) dinihari WIB nanti, saat Malaga menghadapi Madrid. Apalagi beberapa hari jelang laga tersebut, psy war sudah bermunculan terkait dualisme yang ada di kubu Malaga.

Malaga sebab punya banyak kepentingan dalam beberapa hal terkait persaingan Madrid dan Barca menuju titel juara. Di satu sisi, Malaga wajib menang demi memperbaiki posisinya dan finis posisi ke-11 untuk mendapat 600 ribu euro.

Sementara kalau membiarkan Madrid juara, Malaga juga akan mendapat 1 juta euro sebagai klausul perekrutan Isco oleh Madrid pada 2013 silam.

[ Baca juga: Berkat Isco, Malaga akan Kecipratan Rp 14,9 M Jika Madrid Juara ]

[ Baca juga: Kans Juara Madrid vs Potensi 600 Ribu Euro Malaga ]

Wajar jika banyak tudingan miring mengarah kepada Malaga bahwa mereka akan melepas laga ini dan membantu Madrid juara. Apalagi Malaga dilatih Michel Gonzalez, salah satu bekas pemain top Madrid di era 80-90an.

"Saya lebih Madridistas dibanding Valdano. Saya lebih ingin memberikan Madrid guard of honour ketimbang menggagalkan mereka," ujar Michel bulan lalu soal prospek laga Malaga kontra Madrid menjadi penentu gelar juara La Liga.

Lalu kenapa Valdano dibawa-bawa? Eks direktur olahraga dan pemain Madrid yang pernah membuat hati para pemain Los Blancos terluka di tahun 1992, dikenal dengan Tragedi Tenerife.

Pada musim 1991-1992, misalnya. Barca memasuki jornada terakhir dengan mengoleksi 52 poin, ketinggalan dua angka dari Madrid selaku pemuncak klasemen.

Akan tetapi, Blaugrana keluar sebagai juara dengan 55 poin berkat kemenangan 2-0 ketika menjamu Athletic Bilbao. Sementara Madrid justru tunduk 2-3 di markas Tenerife yang kala itu dilatih Valdano.

Hal itu bisa saja terulang mengingat di kubu Malaga ada pemain yang sangat pro Barca dan ingin klub Catalan itu juara. Dia adalah gelandang Sandro Ramirez.

Ketika Madrid vs Barca Bikin Malaga TerpecahGelandang Malaga Sandro Ramirez yang juga eks pemain Barca (Foto: AFP PHOTO / JORGE GUERRERO)


"Saya berutang banyak kepada Barcelona. Jika saya mencetak gol dan memberikan mereka gelar juara... semoga saja," tutur Sandro.

Apakah Tragedi Tenerife bakal terulang lagi atau justru Malaga akan menggelar karpet merah bagi pesta juara Madrid? Kita tunggu saja.

"Para pemain saya ingin menang tak peduli siapapun lawannya," tutur Michel dalam konferensi pers jelang laga kontra Madrid kemarin.



(mrp/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed