Vinicius mengejutkan dunia usai dibeli Madrid dengan harga fantastis dari Flamengo. Di usianya yang baru 16 tahun, Vinicius ditebus senilai 45 juta euro atau Rp 669 miliar oleh Los Blancos.
Vinicius sendiri baru bisa bergabung dengan Madrid pada musim 2019, lantaran aturan FIFA melarang adanya transfer di bawah usia 16 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir dia punya sesuatu yang sangat penting yakni kualitas. Itu tidak terbantahkan lagi. Dia bisa matang di usia 17, 18, atau 25 tahun. Sulit untuk memberinya tekanan," ujar pemain yang akrab disapa Gabigol itu kepada Globo Esporte, yang dikutip Sportkeeda.
"Vinicius harus bersenang-senang, seperti yang dia lakukan di Amerika Selatan, yakni bermain tanpa memikirkan berapa kali dia menang, atau berapa harganya, dan akan kemana dia dijual," sambungnya.
"Dia masih anak kecil. Saran saya adalah dia harus bersenang-senang. Banyak orang berbicara macam-macam, tapi beberapa tidak tahu apa-apa," tegasnya.
Secara khusus, Gabigol membela Vinicius dari kritikan yang dianggap dihargai terlalu mahal. Menurutnya, waktu yang akan menjawab keraguan tersebut.
"Kami tidak akan berbicara soal nilai, tapi soal kemampuan sepakbolanya. Tentu nilainya sangat signifikan, tapi kami bisa melihat bagaimana permainan sepakbolanya, bagaimana itu akan berkembang. Saya harap dia bermain bagus di Flamengo. Saya doakan semoga dia bisa selalu bahagia," imbuhnya.
Sambil menunggu tiba waktunya bermain untuk Madrid, Vinicius tetap bermain untuk Flamengo. Musim ini, dia sudah mencetak empat penampilan di Liga 1 Brasileiro dari bangku cadangan.
(din/mrp)










































