Presiden La Liga Tak Kaget dengan Korupsi di Federasi Sepakbola Spanyol

Lucas Aditya - Sepakbola
Rabu, 19 Jul 2017 11:32 WIB
Presiden La Liga, Javier Tebas (Denis Doyle/Getty Images)
Madrid - Presiden La Liga, Javier Tebas, tak kaget dengan dugaan kasus korupsi di federasi sepakbola Spanyol, RFEF. Dia tak banyak berkomentar soal itu.

Presiden federasi sepakbola Spanyol, Angel Maria Villar, ditangkap karena dugaan korupsi, Selasa (18/7/2017). Bersama anaknya, Gorka, Villar ditangkap oleh Pengadilan Tinggi Spanyol yang menggelar operasi Anti-korupsi. Ada juga beberapa orang lain yang ditangkap bersama Villar dan Gorka.

Tuduhan yang ditujukan pada Villar adalah pemalsuan dokumen, korupsi, dan penyalahgunaan jabatan yang diembannya.

Penangkapan Villar itu menjadi pukulan telak bagi sepakbola Spanyol. Dia baru saja terpilih kembali menjadi presiden RFEF. Villar sudah menjabat posisi itu sejak tahun 1988.

Tebas mengaku tak kaget dengan penangkapan Villar itu. Dia sudah memberikan borok federasi sepakbola Spanyol satu dasawarsa belakangan.

"Saya tak akan mengatakan apapun. Saya sudah menghabiskan 10 tahun mengatakan apa yang ada di pikiran saya. Anda hanya harus membuka arsip surat kabar," kata Tebas di Euro Press.

Tebas dan Villar memang sering dikabarkan berselisih. Yang paling baru, perbedaan pendapat tentang hak siar Liga Spanyol. RFEF sampai menghentikan liga karena kesepakatan mengenai skema pembagian hak siar yang baru tak juga terwujud.



(cas/rin)