Warga Barcelona Berpesta Pora
Senin, 16 Mei 2005 14:02 WIB
Jakarta - Kompetisi masih tersisa dua pekan tapi warga kota Barcelona sudah menggelar pesta perayaan sukses El Barca merengkuh titel La Liga musim ini.Gelar juara itu dipastikan jatuh ke tangan Carles Puyol dan kawan-kawan hari Sabtu (14/5/2004) lalu usai mereka bermain 1-1 dengan Levante, tapi musuh besarnya, Real Madrid, juga memungut hasil seri 2-2 melawan Sevilla.Dua hasil tersebut menjadikan Barca takkan mungkin lagi terkejar El Merengues karena sudah unggul enam poin, sedangkan sisa pertandingan hanya dua. Kalaupun nilai akhir kedua tim sama, tetap saja Barca dinyatakan sebagai pemenang karena unggul head to head atas Real Madrid.Jika dua hari lalu fans Barca berpesta "seadanya" di kandang Levante, hari Minggu kemarin pesta besar-besaran digelar di markas sendiri. Hampir satu juta orang, sekitar 900 ribu, tumpah ruah di pusat kota tersebut.Yang menarik, populasi penduduk di Barcelona itu sendiri hanya 1,5 juta jiwa. Tapi jika populasi penduduk di wilayah-wilayah sekitarnya diperhitungkan, jumlahnya bisa mencapai empat juta orang.Lautan manusia dengan berbagai atribut Barca memenuhi ruas-ruas jalan di kota tersebut, mengiringi arak-arakan kendaraan yang ditumpangi para pahlawan tim Catalan itu termasuk pelatih Frank Rijkaard. Teriakan-teriakan "juara"tak henti-hentinya mereka kumandangkan.Pesta semalam suntuk pun digelar pendukung Barca. Sekitar 100 ribu orang memenuhi stadion Nou Camp untuk menyemarakkan suasana yang antara lain diwarnai dengan acara live music, atraksi kembang api, dan berbagai jenis hiburan lainnya.Media massa Spanyol juga tidak luput menggembirakan pesta ini. Headline di koran-koran setempat menggambarkan dominasi Barca musim ini. 'Champions', 'Euphoria', 'Ecstasy', 'Long live Barca' dan 'Return to Glory' adalah salah satu pengakuan mereka untuk kedigdayaan Barca.Barca pertama kali tampil sebagai juara Spanyol pada tahun1929 dan mengalami masa keemasan di era pelatih asal Belanda, Johan Cruyff, ketika memenangi empat titel berturut-turut antara 1991 dan 1994.Musim ini adalah kali pertama dalam tujuh tahun mereka kembali merasakan tropi La Liga. Total, sudah 17 kali Barca menjadi yang terbaik di Negeri Matador itu. Faktanya, tujuh titel terakhir mereka disumbangkan pelatih-pelatih asal Belanda, yakni Cruyff, Lous van Gaal, dan Rijkaard. (a2s/)











































