Neymar jadi buah bibir di bursa transfer musim panas lalu setelah Paris Saint-Germain berani menebus kontraknya di Barca senilai 222 juta euro atau lebih dari Rp 3 triliun. Kepergian Neymar ini lantas mengundang banyak pertanyaan mengingat secara historis, PSG jauh berada di bawah Barca.
Memang PSG punya banyak uang untuk membangun tim yang tangguh, tapi Neymar sudah memperkuat salah satu tim terbaik di dunia saat ini, yakni Barca. Meski begitu, ada faktor utama yang akhirnya membuat Neymar pergi yakni Messi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karenanya, PSG pun ditunjuk Neymar sebagai klub yang bisa mengantarnya ke tempat tertinggi, menyamai atau bahkan melebihi Messi serta Ronaldo.
"Pada saat itu tidak ada yang berpikir kalau dia akan meninggalkan Barca. Tapi itulah sepakbola, seperti itulah... itu sudah keputusannya," ujar Mathieu kepada EFE seperti dilansir FourFourTwo.
"Menurut saya dia pergi karena tak mau lagi berada di bawah Leo. Saya rasa dia ingin memenangi Ballon d'Or dan dia bahagia saat ini di Paris karena dia mencetak banyak gol," sambung Mathieu yang kini memperkuat Sporting CP.
(mrp/nds)











































