Uang Real Madrid Tak Mujarab

Review La Liga 2004/2005 (2)

Uang Real Madrid Tak Mujarab

- Sepakbola
Kamis, 02 Jun 2005 11:21 WIB
Jakarta - Real Madrid dinobatkan sebagai klub tersukses abad XX. Namun dua musim terakhir klub ini urung melegalkan predikatnya. Real bisa makin terpuruk kalau kebijakan transfer Florentino Perez tak berubah. Ketika memulai kebijakan 'Pavon y Zidane' (Pavon dan Zidane) lima tahun silam, Perez boleh dibilang memulai revolusi. Total kombinasi transfer Zidane, Luis Figo dan Ronaldo mencapai 113 juta poundsterling. Ditambah kedatangan David Beckham membuat Real sudah membelanjakan 138 juta pounds hanya untuk empat pemain!Nilai ini mungkin hanya kalah dari biaya yang dikeluarkan oleh konglomerat Rusia Roman Abramovich untuk memborong puluhan pemain ke Chelsea di tahun pertamanya menjadi bos di klub London itu. Ketika itu Abramovich diperkirakan mengeluarkan uang 175 juta pounds. Pada awalnya, kebijakan transfer Perez membuahkan hasil yang memuaskan. Usai memborong Figo, tahun berikutnya mereka berhasil merengkuh juara Liga Spanyol. Perez lalu merekrut pemain terbaik dunia Zidane dengan bandrol selangit. Tak sia-sia karena Zidane mempersembahkan juara Liga Champions, dengan mencetak satu gol penentu dalam kemenangan 2-1 atas Bayer Leverkusen di final. Tahun 2002 Perez membeli Ronaldo. Hasilnya juga lumayan, juara Liga Spanyol ke-29 musim berikutnya. Namun setelah itu tuah "Pavon dan Zidane" berhenti. Pembelian pemain hanya didasarkan pada money oriented bukan pada kebutuhan tim. Bukti paling nyata ketika tahun 2003 Real membeli Beckham. Padahal ketika itu yang dibutuhkan adalah gelandang bertahan untuk menutup celah yang ditinggalkan Claude Makelele. Musim ini, model money oriented belum dihilangkan Perez. Alih-alih mengupayakan pembelian gelandang atau bek nomor satu, Perez malah membeli seorang striker, Michael Owen.Pembelian Owen tampaknya hanya menjadi pembenaran ego Perez yang tetap ngotot mendatangkan pemain bintang setiap musim. Tak puas hanya membeli dua orang bek --Walter Samuel dan Jonathan Woodgate-- yang kurang komersil, Real membeli pemain yang sebetulnya tidak terlalu diperlukan. Saat membeli Owen, Real tak dalam kondisi kekurangan pemain depan setelah mereka menarik kembali Fernando Morientes yang dipinjamkan ke Monaco buat mendampingi Ronaldo dan Raul.Soal pembelian yang komersil itu pernah diungkap surat kabar InggrisGuardian. Dalam sebuah tulisan harian itu mengungkapkan bocoran yang diberikan oleh seorang petinggi Real kepada wartawannya soal rahasia pembelian Beckham. Katanya Beckham dipilih Real mengungguli Ronaldinho hanya karena wajah tampan mantan pangeran Manchester United itu dipercaya bakal menarik lebih banyak penggemar buat Real! Entah berita itu benar atau tidak, tak bisa dipungkiri kalau kedatangan para pemain bintang memang mendongkrak penghasilan klub. Tahun 2003, Real memimpin daftar klub terkaya versi World Soccer dengan pendapatan per tahun mencapai 180 juta pounds. Padahal tahun 2000, Real pernah terlilit hutang hampir 200 juta pounds. Namun apalah arti kekayaan melimpah jika prestasi yang seharusnya lebih diutamakan tak kunjung datang. Untuk pertama kali dalam 13 tahun terakhir, Real berada dalam kondisi tanpa gelar. Beckham cs gagal total musim 2003-04 setelah hanya menempati peringkat empat liga dan kegagalan itu diulang oleh Raul dkk musim ini. Tanpa gelar selama dua musim berturut-turut merupakan aib. Ingat klub ini adalah Real Madrid, klub yang memiliki label klub tersukses abad ini karena torehan piala antar kejuaraan Eropa terbanyak (9) dan juara liga domestik terbanyak (29).Musim depan Real sudah bertekad untuk menghentikan paceklik gelar mereka. "Kami tidak memenangi apapun selama dua musim ini dan kami tak boleh membiarkan hal ini terjadi lagi," kata wakil presiden Emilio Butragueno.Butragueno mungkin bisa membantu perubahan peruntungan Real. Caranya apalagi kalau bukan melakukan kebijakan transfer dengan lebih bijak. Berkacalah kepada Barcelona, misalnya. Klub ini membuktikan kalau sukses bukan ditentukan oleh nama besar para pemainnya. Atau kalau tetap mau begitu, tirulah Chelsea yang sukses meraih dua gelar juara musim ini di Inggris. (mel/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads