Empat Pejabat Barca Mundur
Jumat, 03 Jun 2005 03:32 WIB
Jakarta - Kekompakan pemain-pemain Barcelona tampaknya lebih kuat ketimbang di jajaran direksi klub juara Spanyol tersebut. Empat pejabat teras ramai-ramai mengundurkan diri.Diawali direktur yang mengurusi masalah medis, Jordi Mones, yang mundur dua hari sebelumnya, hari Kamis (2/6/2005) kemarin tiga pejabat lain menyusul meletakkan jabatannya. Mereka adalah wakil presiden Sandro Rossell serta dua direktur lain, Jordi Moix dan Josep Maria Bartomeu.Eksodus di kalangan direksi El Barca itu memperlihatkan dengan jelas adanya masalah dalam kepemimpinan Joan Laporta selaku presiden klub. Ironisnya, kasus ini terjadi dua pekan setelah Carles Puyol dkk memenangi titel La Liga untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir.Rossell, yang bertanggung jawab atas pengelolaan klub secara umum, merupakan tangan kanan Laporta ketika terpilih sebagai presiden dua tahun lalu. Ia juga memegang peranan penting pada perekrutan dua bintang utama Barca saat ini, Ronaldinho dan Deco."Saya mundur dengan baik-baik," tandas Rossell dalam jumpa pers di Barcelona, dikutip Reuters "Saya tahu kepergian saya ini akan membuat presiden lebih rileks.""Saya tak ingin menciptakan kerusakan. Tapi saya tahu apa yang dia sukai dan saya akan membantunya dengan hengkang. Namun Joan (Laporta), tidak semestinya Anda melupakan anggota klub. Mereka-lah yang telah memilih Anda dan Barcelona harus selalu dijalankan dengan demokratis."Bartomeus lebih diplomatis saat menjelaskan alasan pengunduran dirinya. "Dewan telah kehilangan semangat murni dan transparansinya. Tak ada lagi sikap saling percaya, yang terus tumbuh justru kecurigaan. Kami bukan lagi kelompok yang sama, dan itu membuatku sedih," tuturnya.Para pejabat itu mulai tidak menyukai Laporta antara lain karena terlalu mudah dipengaruhi eks pemain dan pelatih Johan Cruyff, meskipun orang Belanda itu tidak masuk dalam struktur keanggotaan direksi."Jika saya bisa mengatakan sesuatu padanya, maka saya akan bilang : 'Johan, seriuslah. Demi kebaikan semua orang, pergilah. Biarkan Joan sedikit lebih rileks'," tukas Rossell.Hal lain yang memicu kontroversi di kalangan direksi Barca adalah adanya kerahasiaan dari kebijakan Laporta menjalin kerjasama dengan otoritas Cina untuk memasang logo Olimpiade Beijing 2008 di bagian depan kostum Barca, yang mana bukan tradisi klub Catalan tersebut. Laporta dianggap Rossell menciptakan jarak dengan suporter.Laporta memenangi pemilihan presiden Barcelona pada tahun 2003 setelah berjanji akan memboyong David Beckham dari Manchester United. Faktanya, bintang Inggris itu malah memilih bergabung dengan musuh besar Barca, Real Madrid. Laporta dibantu Rossell lalu membayar janjinya dengan merekrut Ronaldinho dari Paris St Germain. Menanggapi pengunduran empat pejabat tersebut Laporta bersikap defensif. "Masalah ini terletak pada empat orang yang tidak setuju dengan kami perihal visi dan proyek klub sebagaimana yang kami inginkan. Kami harus bekerja sebagai sebuah tim dan melupakan kepentingan individu," tandas pengacara berusia 42 tahun itu. (a2s/)











































