Coutinho dan Rantai Makanan dalam Sepakbola

Coutinho dan Rantai Makanan dalam Sepakbola

Yanu Arifin - Sepakbola
Kamis, 11 Jan 2018 01:23 WIB
Coutinho dan Rantai Makanan dalam Sepakbola
Foto: Albert Gea/Reuters
Jakarta - Transfer musim dingin kali ini memperlihatkan siklus rantai makanan di sepakbola. Kepindahan Philippe Coutinho dari Liverpool ke Barcelona bisa menjelaskannya.

Bursa transfer Januari masih bergulir sejak dibuka per tanggal 1. Sejauh ini, sorotan tertuju ke Liverpool dan Barcelona, klub yang terlibat transfer pemain besar.

Liverpool mendatangkan Virgil van Dijk dari Southampton seharga 75 juta pound sterling. The Reds kemudian melepas Philippe Coutinho ke Barca dengan total nilai transfer 142 juta pound (Rp 2,5 triliun).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aktivitas Liverpool dan Barca itu diibaratkan The Sun, seperti rantai makanan dalam biologi. Siklus itu melibatkan Celtic (produsen) - Southampton (konsumen 1) - Liverpool (konsumen 2) - Barcelona (konsumen 3).

Celtic kerap melahirkan pemain berbakat dan murah seperti Victor Wanyama, Fraser Forster, dan Van Dijk. Celtic kemudian melepasnya ke Southampton.

Southampton, setelah mendapatkan pemain bagus dari Celtic, kemudian melepas pemain terbaiknya ke klub yang lebih besar lagi dan harga yang sedikit lebih mahal. Selain dari Celtic, Southampton tentunya mengumpulkan bakat-bakat bagus lain dari klub lainnya. Setelah dipoles, sejumlah pemain dilepas ke klub yang berani membeli mahal, Liverpool salah satunya.

Adam Lallana, Dejan Lovren, Nathaniel Clyne, Sadio Mane, Van Dijk adalah pemain-pemain terbaik Southampton yang dijual ke The Reds. Liverpool, sebagaimana yang dilakukan Celtic, kemudian melepas sejumlah pemain terbaiknya ke Barcelona dengan harga yang sangat tinggi.

Javier Mascherano, Luis Suarez, dan terakhir Coutinho adalah beberapa pemain terbaik Liverpool yang dilepas ke Barca. Dengan kekuatan uangnya, bukan hal sulit bagi raksasa La Liga itu mendatangkan mereka.

Mengingat rantai makanan sebuah hal yang berkelanjutan, bukan tak mungkin hal di atas terulang. Celtic menjual sejumlah pemain ke Southampton lagi, lalu Southampton melepas pemain-pemain terbaik yang dikumpulkannya lagi ke Liverpool, berlanjut ke Liverpool menjual talenta-talenta yang mereka kumpulkan ke Barca. (yna/raw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads