Musim panas lalu tiba-tiba saja muncul isu Neymar tak lagi betah bermain di Barca dan menginginkan pergi. Isu ini mengejutkan mengingat Neymar di sepertiga awal musim baru saja meneken kontrak baru hingga 2022.
Apalagi karier Neymar di Barca terbilang oke dan dia jadi andalan di lini serang bareng Lionel Messi dan Luis Suarez. Namun, Neymar akhirnya memutuskan pergi dan Paris St-Germain jadi tujuannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada akhirnya Neymar pun pindah dan Barca direpotkan untuk mencari pengganti pemain asal Brasil. Tahu bahwa Barca punya uang banyak, klub-klub memasang harga tinggi untuk pemain mereka yang diincar.
Salah satunya Ousmane Dembele, yang sebenarnya baru semusim bersinar di Borussia Dortmund, harus didatangkan dengan banderol 105 juta pound Sementara, Philippe Coutinho harus digaet di angka 142 juta pound.
Itu artinya Barca sudah mengeluarkan uang hampir 250 juta pound untuk menggantikan Neymar dan nilainya bisa lebih lagi andaikan klausul tertentu terpenuhi.
Hal ini kemudian yang membuat Barca berang karena Neymar tak bicara sejak awal kesepakatan kontrak baru bahwa dia memang ingin pergi.
"Yang menyakitkan saya adalah kenapa caranya harus begini. Kami sudah bicara dengan dia dan ayahnya secara berkala, dan mereka tidak jujur," ujar wakil presiden Barca, Jordi Mestre, kepada Diario Sport.
"Jika dia datang ke kami dan bilang saya ingin pergi, seperti halnya Cesc, Pedro, Alexis, dan Mascherano, kami tentu akan sepakat soal itu," sambungnya.
"Anda tidak bisa membuat suasana keruh seperti ini. Dia main kucing-kucingan dengan kami. Dia tidak bilang apapun kepada kami. Jika dia melakukannya, PSG tentu akan mengeluarkan uang lebih sedikit untuk mendatangkannya dan tentunya kami bisa mencari penggantinya dengan harga lebih murah juga," sambungnya.
"Apa yang Neymar lakukan membuat pasar menjadi tidak karuan. Kami bisa saja menghemat uang banyak dan tentunya isu di media."
(mrp/rin)










































