Cristiano Ronaldo cs berhasil memboyong satu Copa del Rey dan gelar La Liga serta tiga Liga Champions dalam empat musim terakhir. Madrid juga menciptakan rekor yang sulit disamai tim manapun setelah mampu mempertahankan gelar Eropa dua kali berturut-turut di 2016/17.
Namun di musim ini Los Blancos masih tertinggal 17 poin dari rival abadinya, Barcelona, sekalipun berhasil menghantam Real Sociedad 5-2 di Santiago Bernabeu, akhir pekan lalu. Kompetisi masih tersisa 15 pertandingan namun peluang Madrid mempertahankan gelarnya jelas amat kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terlena adalah musuh terbesar dari penampilan terbaik," ucap Sanchez, mantan pemain El Real di era 90an, kepada AS. "Real Madrid dalam posisi yang kurang nyaman selama beberapa tahun karena mereka mencoba bersaing dengan tim terbaik Barcelona sepanjang masa. Situasi itu adalah sebuah faktor motivasi, yang membuat Anda lebih proaktif dan menjaga Anda di luar zona nyaman."
"Dalam dua tahun terakhir, Real Madrid mampu mencapai targetnya menjadi tim terbaik nomor satu dengan sebuah skuat berkualitas yang membiarkan pelatih menempatkan dua starting line-up yang berbeda, yang mampu bersaing di level tertinggi."
"Apa yang terjadi sejak mereka mencapai sukses itu? Performa Madrid anjlok. Sementara Barca sukses mengubah diri mereka, berkat motivasi mereka kembali ke level tertinggi, Real Madrid sepertinya membiarkan diri mereka terlena. Anda perlu menumpas perasaan itu."
(rin/mfi)











































