Pendapatan Barca Naik 23 Persen
Jumat, 29 Jul 2005 07:46 WIB
Jakarta - Performa menawan Barcelona di La Liga musim lalu berimbas pada pendapatan klub. Klub mengklaim telah mendongkrak pendapatan sebanyak 23 persen menjadi 208 juta euro. Hal tersebut terungkap dalam laporan Wakil Presiden Bidang Ekonomi Ferran Soriano seperti dilansir situs resmi Barca, Jumat (29/7/2005). Kenaikan pendapatan bersih sebesar 36,72 juta euro dari musim lalu merupakan peningkatan signifikan mengingat klub hanya mampu meningkatkan pendapatannya sebesar 1,5 juta euro pada musim sebelumnya. Peningkatan pendapatan bisa terjadi karena terjadi peningkatan pemasukan dari beberapa sektor dan pengetatan anggaran di sektor lain. Pemasukan berarti terutama terjadi di sektor marketing, hak siar televisi, tur dan keanggotaan. Sementara pemasukan lain sebesar 28,6 juta euro diperoleh dari penjualan tanah kepunyaan klub di Can Rigalt.Barca juga berhasil mendatangkan keuntungan bersih di sektor operasional sebesar 18 juta euro. Itu tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah klub. Musim depan, Soriano bahkan memprediksi pendapatan klub akan meningkat menjadi 240 juta euro. Itu diantaranya diperoleh dari deal sponsorship sebesar 15 juta euro dengan perusahaan Cina. Meskipun pendapatannya meningkat, Barca masih terlilit hutang sebesar 200 juta euro. Namun demikian Soriano percaya hutang tersebut jumlahnya telah berkurang, mengingat Barca sudah mencicil hutang itu 15 juta euro per tahunnya. Jika pendapatan terus meningkat, mereka bahkan menargetkan untuk memangkas hutang tersebut menjadi 50 juta euro pada tahun depan. Sebagai solusi lain, Barca menekan anggaran belanja pemain baru. Jika tahun lalu Frank Rijkaard menghabiskan jutaan euro hanya untuk membeli pemain, untuk musim ini mereka memangkasnya habis-habisan. Presiden Juan Laporta hanya mendatangkan dua pemain baru, yaitu Mark van Bommel (PSV Eindoven) dan Santi Ezquerro (Real Betis). Kedua pemain itu pun datang dengan free transfer. Satu sektor yang masih membebani Barca sekarang adalah gaji pemain. Soriano mengungkapkan kalau terjadi peningkatan 37 persen dari total pendapatan tahun lalu untuk sektor ini. (mel/)










































