\'Kecoa dan Badut\'
Presiden Alaves Diselidiki
Kamis, 29 Sep 2005 13:25 WIB
Jakarta - Hati-hati kalau memberi julukan para orang lain. Menyebut tiga pemain Real Madrid 'kecoa' dan 'badut', presiden klub Alaves terancam dihukum otoritas Liga Spanyol.Sang presiden, Dimitry Piterman, merasa muak dengan kelakuan Ronaldo sewaktu merayakan gol keduanya pada pertandingan kedua tim hari Minggu (25/9/2005) lalu, yang dimenangi Real dengan skor 3-0.Ronaldo merebahkan badannya dalam posisi terlentang, lalu menggoyang-goyangkan kaki dan tangannya ke udara. Aksi ini lalu diikuti dua rekan Brasil-nya, Carlos dan Robinho."Buat mereka mungkin lucu, berlagak seperti kecoa berpakaian putih. Padahal mereka terlihat konyol. Kalau mereka pemain Alaves, saya pasti akan mengecek isi kepalanya," semprot Piterman dikutip Marca. "Tingkah mereka seperti badut-badut sirkus," tambahnya.Namun rupanya kata-kata pengusaha AS keturunan Ukraina itu langsung dijadikan sorotan oleh otoritas liga. Investigasi pun akan dilakukan dan apabila terbukti bersalah, ia bisa dijatuhi sanksi tertentu.Ini bukan kali pertama Piterman mengundang kontroversi. Pada Januari 2003, ketika masih menjadi presiden Racing Santander, ia pernah "menyamar" sebagai anggota ofisial timnya agar bisa berada di deretan bangku cadangan.Ketimbang duduk santai di tribun VIP stadion, ia malah ngotot ingin nongkrong di pinggir lapangan sehingga bisa berbuat layaknya pelatih, yakni memberi instruksi kepada pemain-pemainnya. Apa yang ia lakukan dalam penyamaran itu? Memakai ID card fotografer resmi timnya. Sementara itu Ronaldo mengatakan bahwa gaya selebrasinya itu merupakan bagian dari taruhannya dengan perwakilan media Real Madrid dan seorang wartawan sebelum pertandingan. Mereka bilang, mereka akan masuk sebuah restoran dengan mengenakan pakaian perempuan jika Ronaldo berani "membadut" seperti itu.Ada-ada saja.Foto: Presiden Alaves Dmitri Piterman (AFP/Lino Gonzalez). (a2s/)











































