sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Minggu, 26 Mei 2019 08:43 WIB

Bahkan Lionel Messi Tak Selalu Bisa Menggendong Tim Sendirian, Barcelona

Putra Rusdi K - detikSport
Lionel Messi gagal membawa Barcelona juara Copa del Rey. (Foto: Jon Nazca/REUTERS) Lionel Messi gagal membawa Barcelona juara Copa del Rey. (Foto: Jon Nazca/REUTERS)
Jakarta - Lionel Messi tampil gemilang di final copa del Rey. Namun hal itu tak cukup membawa Barcelona juara karena ia tak disokong dengan baik oleh rekan setimnya.

Barcelona tampil tanpa Luis Suarez saat berhadapan dengan Valencia di final Copa del Rey, Minggu (26/5/2019) dini hari WIB di Stadion Benito Villamarin. Kondisi tersebut membuat Blaugrana mengandalkan Messi sebagai ujung tombak, disokong Philippe Coutinho, Arthur Melo, Ivan Rakitic, dan Sergi Roberto dalam pola 4-1-4-1.

Namun baru di babak pertama saja, Barca sudah kebobolan dua gol dari Los Ches melalui Kevin Gameiro dan Rodrigo. Dua gol membuat situasi makin rumit karena Valencia bisa bermain lebih dalam.

Messi sendiri sejatinya cukup meyakinkan memimpin upaya kebangkitan Barcelona. Sebagai motor serangan, ia bermain sangat dominan.



La Pulga sepanjang 90 menit melepaskan 12 tembakan dengan 3 yang mengarah ke gawang Jaime Domenech plus satu mengenai tiang. Sebagai perbandingan, jumlah itu nyaris separuh dari total percobaan Barcelona: 26 tembakan, di mana enam di antaranya on target.

Messi juga mencatatkan delapan kali dribel sukses serta 85% umpan sukses 85 persen di laga ini.

Berkat penampilannya tersebut, situs penyedia statistik WhoScored bahkan memberi nilai 9,1 untuk Messi di laga ini. Pemain 31 tahun itu menjadi pemain dengan ponten tertinggi di pertandingan kali ini.

Namun seperti diketahui Messi hanya mampu mengonversi satu dari beberapa peluang yang didapatkannya. Salah satu faktor yang memengaruhi boleh jadi adalah buruknya penampilan para pemain Barcelona yang lain.



Karena nyaris seluruh bola diarahkan ke Messi, Valencia lebih mudah membendung serangan dengan menumpuk sejumlah pemain di sekitar pemain Argentina tersebut. Situasinya sangat mungkin berbeda jika Suarez tampil, karena ada opsi lain untuk mengirimkan bola-bola terakhir saat menyerang.

Sergi Roberto dan Phillippe Coutinho yang diharapkan dari sektor sayap sama-sama hanya melepas dua tembakan sepanjang laga. Keduanya juga gagal membuat tusukan-tusukan berbahaya.

Sementara Ivan Rakitic yang diharapkan bisa memberi dukungan untuk Messi dari lini tengah juga buntu. Ia sama sekali tak mencatatkan umpan kunci maupun dribel sukses selama 76 menit sebelum akhirnya digantikan oleh Carlos Alena.

Tanda-tanda minimnya opsi untuk Barcelona juga bisa dilihat saat Ernesto Valverde memasukkan Arturo Vidal dan Malcom. Vidal diharapkan memberikan keunggulan fisik di kotak penalti, sementara Malcom menambah tekanan dari lebar lapangan.

Malcom bahkan hampir membantu Messi mencetak gol di menit ke-55. Sodorannya berujung peluang yang menghantam tiang gawang. Tapi Valencia bereaksi dengan bermain semakin dalam, yang terbukti berhasil karena sang lawan hanya mendapatkan satu gol. (pur/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com