Ronaldo Tak Suka Smartball

Ronaldo Tak Suka Smartball

- Sepakbola
Jumat, 07 Okt 2005 12:06 WIB
Ronaldo Tak Suka Smartball
Jakarta - Ronaldo rupanya tipe pesepakbola yang konvensional. Buktinya banyak kemajuan teknologi yang dikembangkan permainan ini ditampiknya. Salah satu teknologi yang tidak disukai striker Real Madrid ini adalah penggunaan earpiece alias alat bantu dengar. Alat bantu dengar dalam sepakbola tampaknya memang bukan hal yang baru. Tetapi adalah hal yang baru jika earpiece dipasang ke seorang pesepakbola yang bermain di lapangan. Baru-baru ini terobosan itu dicoba Real. Pelatih Vanderlei Luxemburgo mencoba sebuah sistem yang memungkinkannya memberikan instruksi melalui walkie talkie kepada Raul Gonzalez. Kapten Real itu kemudian akan menerima instruksi melalui earpiece yang berfungsi sebagai tape. Terobosan ini baru untuk Real, tetapi bukan hal baru buat Luxemburgo. Itu sudah pernah dicobanya ketika membesut Corinthians, namun sistemnya kemudian dilarang otoritas sepakbola Brasil. Meskipun sistem itu belum dilarang oleh otoritas sepakbola Spanyol, tapi rupanya sistem ini sudah mengundang kecaman Ronaldo. "Saya tidak melihat keuntungan dari sistem ini," ucap striker asal Brasil tersebut seperti dilansir Reuters, Jumat (7/10/2005). Menurut pesepakbola berkepala plontos itu, earpiece tidak akan membantu tim di lapangan karena permainan juga ditentukan oleh kualitas pemain. "Selain tidak nyaman di kuping, earpice juga tidak membantu. Ketika di lapangan, selain taktik kami juga mengimplementasikan apapun yang kami peroleh pada saat latihan." "Biasanya kualitas pemain yang menentukan hasil pertandingan, bukannya suara pelatih yang menanyakan apakah sudah saatnya mengganti bek," tutur Ronaldo. Tetapi rupanya selain tidak menggemari earpiece, Ronaldo juga tidak menyukai penggunaan teknologi lain seperti smartball serta lapangan buatan. "Saya pikir akan lebih mudah dan hasilnya lebih kelihatan jika untuk situasi ini kami memiliki lebih banyak wasit," tukas Ronaldo soal penggunaan smartball untuk memantau keabsahan sebuah gol. "Kami tidak memerlukan tambahan orang di lapangan karena wasit selalu dalam kondisi yang prima, tetapi dia membutuhkan asisten buat membantu pekerjaannya," tandasnya. Konvensional atau gagap teknologi (gaptek), sih? (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads