Perez Yang Tak Pernah Puas
Senin, 05 Des 2005 12:45 WIB
Jakarta - Lima tahun di bawah kepemimpinan Florentino Perez, Real Madrid mengalami pasang surut prestasi. Tapi yang lebih menonjol dari kepemimpinannya adalah gonta-ganti pelatih. Sebelum Perez berkuasa tahun 2000, kondisi Real relatif stabil di bawah pimpinan Lorenzo Sanz. Dalam tempo 5 tahun Real cukup sukses dari segi prestasi (1 Liga Spanyol, 1 Liga Champions, 1 Piala Intercontinental dan 1 Piala Super Copa) meski dilatih enam pelatih.Tetapi segalanya berubah sejak Perez mengambil alih kepemimpinan dari tangan Sanz tahun 2000. Dia langsung meluncurkan kebijakan transfer yang fenomenal yaitu 'Pavon y Zidane' (Pavon dan Zidane). Kebijakan tersebut secara langsung membuat keran kedatangan pemain bintang ke Real mengucur deras. Dimulai dari Luis Figo, setiap tahun Real berhasil mendatangkan pemain berbintang lima. Zinedine Zidane (2001), Ronaldo (2002), David Beckham (2003) dan Michael Owen (2004) membuat publik mau tak mau menempelkan predikat Los Galacticos alias skuad dari galaksi lain kepada Real. Tetapi kebijakan tersebut berimbas sangat besar terhadap klub. Yang terutama adalah menyentil kestabilan pelatih. Orang mahfum, di Real yang paling berkuasa adalah Perez. Siapapun yang tidak suka boleh angkat kaki. Contoh pelatih yang bernasib sial karena hal ini adalah Vicente Del Bosque (1999-2003). Meski mempersembahkan deretan tropi (2 juara Liga Spanyol, 2 juara Liga Champions, 1 Piala Super Copa, 1 Piala Super Eropa dan 1 Piala Intercontinental) kontraknya tak diperpanjang dengan alasan Real butuh penyegaran. Jika pelatih sudah mau berkompromi, yang dibidik selanjutnya adalah prestasi. Entah apa yang ada di benak Perez. Yang pasti dia selalu kepingin timnya memperoleh hasil yang instan. Satu tahun selalu dianggapnya cukup untuk menilai kerja bawahannya. Tengoklah nasib Carlos Queiroz dan Vanderlei Luxemburgo yang hanya bertahan 1 tahun. Yang lebih sial lagi adalah nasib Marciano Garcia Remon dan Camacho yang hanya bertahan 3 bulan. Satu pelatih yang bertahan agak lama adalah Del Bosque (3 tahun 7 bulan). Tetapi posisinya tetap terdepak karena kurang setuju dengan kebijakan Perez. Jadilah Real punya empat pelatih dalam tempo dua tahun. Tetapi apa prestasi otomatis datang? Tidak. Dua tahun terakhir adalah mimpi buruk buat Real. Pasalnya tak ada tropi yang mampir ke Santiago Bernabeu. Pelatih kelima datang atas nama Jose Remon Lopez. Pelatih tim B Real ini dikenal sebagai orang yang mengagungkan rotasi pemain. Pernah, dalam tempo 12 hari dia memainkan 20 pemain! Apakah dia yang dicari Perez? Entahlah. Yang pasti Juan Remon cuma disebut sebagai caretaker alias pelatih sementara. Ada beberapa nama yang sudah disebut-sebutnya. Mantan pelatih Real Fabio Capello dan arsitek Chelsea Jose Mourinho misalnya. Tetapi ada nama lain yang menyeruak. Dialah pelatih Arsenal Arsene Wenger. "Saya sangat menyukai dia," aku Perez. Orang seperti Wenger-kah yang dimaui Perez? Foto: Perez, kemauannya tak bisa ditebak (terra.com) (mel/)











































