Krisis Virus Corona Bikin Neymar Kian Berpeluang Balik ke Barcelona

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Sabtu, 18 Apr 2020 20:35 WIB
Paris Saint-Germains Brazilian forward Neymar celebrates after scoring the 1-1 the UEFA Champions League Last 16, first-leg football match BVB Borussia Dortmund v Paris Saint-Germain (PSG) in Dortmund, western Germany, on February 18, 2020. (Photo by SASCHA SCHUERMANN / AFP) / ALTERNATIVE CROP
Mantan Wakil Presiden Barcelona Emili Rousaud meyakini Neymar mungkin kembali. Foto: AFP/SASCHA SCHUERMANN
Barcelona -

Krisis virus corona membuat klub-klub merugi. Mantan Wakil Presiden Barcelona Emili Rousaud mengklaim, kondisi itu membuat kembalinya Neymar memungkinkan.

Superstar sepakbola Brasil itu menghabiskan empat musim yang sukses di Catalonia sebelum bergabung Paris St. Germain di musim panas 2017. Neymar pergi usai ditebus seharga 222 juta euro, yang memecahkan rekor permain termahal dunia.

Namun sejak saat itu, gosip yang menghubungkan Neymar dengan kembali ke Barcelona terus bergulir. Pada musim panas lalu, Barca sudah mencoba mengajukan tawaran kepada PSG tapi semuanya ditolak.

Saat ini sebagian besar kompetisi sepakbola Eropa ditangguhkan karena pandemi virus corona. Rousaud, yang belum lama ini mundur dari posisi wakil presiden klub, meyakini peluang Neymar 'pulang' ke Camp Nou semakin besar di masa depan.

"Kembalinya Neymar memungkinkan karena bursa akan menderita devaluasi dan banyak klub akan mengalami kerugian finansial secara signifikan," Rousaud mengatakan kepada L'Equipe, yang dikutip AS.

"Barca ingin Neymar kembali, tapi akan dibutuhkan analisis apakah operasi ini memungkinkan dengan situasi finansial klub. Ketertarikan Barca pada dia itu nyata. Dan mereka bisa saja mencari pembayaran ringan untuk membuat operasi ini lebih murah."

Dengan Neymar, Barcelona memiliki trio serangan maut bersama Luis Suarez dan Lionel Messi untuk memenangi total delapan gelar juara termasuk treble di 2014/15.



Simak Video "Blaugrana Gagal Menang Semenit Sebelum Bubar"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/nds)