sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 29 Mei 2020 09:20 WIB

Kisah Pemain yang Tolak Real Madrid karena Takut Belajar Bahasa Spanyol

Okdwitya Karina Sari - detikSport
29 Feb 2000:  Bert Konterman of Feyenoord on the ball during the UEFA Champions League group D match against Lazio at the Stadio Olimpico in Rome. Feyenoord won 2-1.  Mandatory Credit: Michael Steele /Allsport Bert Konterman menolak Real Madrid karena takut kesulitan belajar Bahasa Spanyol. (Foto: Getty Images/Michael Steele)
Jakarta -

Saat masih aktif bermain Bert Konterman menolak pinangan Real Madrid. Alasannya cukup menggelitik, salah satunya karena Konterman takut belajar bahasa Spanyol.

Madrid meminati Kontermann saat dia masih bermain di Feynoord di akhir era 90an. Mantan bek yang kini berusia 49 tahun itu menampik tawaran Los Blancos pada musim panas 1999, sebelum akhirnya hengkang untuk bergabung Rangers setahun kemudian.

"Musim panas itu, Real Madrid menawarkan 20 juta guilder untuk saya," ungkap Konterman kepada podcast Talkin Fitbaw, yang dikutip Marca. "Leo Beenhakker saat itu pelatih saya dan dia pernah melatih di Real Madrid. Dia bilang 'Real Madrid menginginkan kamu'. Saya bilang 'Anda sedang bercanda ya, saya tidak percaya'."

"Dia mengatakan 'Saya ingin kamu bertahan di Feynoord, tapi saya bisa membayangkan kalau kamu ingin bergabung Real Madrid karena itu adalah klub yang fantastis."

"Di dalam pikiran saya, kepindahan saya selanjutnya mestinya ke Jerman atau Britania karena saya sangat lancar berbahasa Jerman dan Bahasa Inggris saya cukup bagus. Jadi Spanyol sedikit menakutkan bagi saya karena sedikit gugup untuk pindah ke klub seperti itu dan saya sedikit khawatir tentang mempelajari Bahasa Spanyol."

"Saya memikirkannya sebagai seorang manusia, saat itu saya memang tidak siap untuk pindah ke Real Madrid," sahut pemilik 12 caps bersama timnas Belanda itu.

Madrid berhasil memenangi Liga Champions di musim 1999/2000. Meski demikian, Konterman tidak menyesali keputusannya.

"Setelahnya, mungkin itu adalah langkah yang bodoh dari diri saya sendiri. Mereka dulunya benar-benar serius. Tapi saya bilang kepada Beenhakker bahwa saya ingin bertahan di Feynoord. Ketika itu saya tidak menyesalinya. Tapi saya menyimpan seluruh artikel koran tentang minat Real Madrid karena kalau tidak, maka tidak ada yang akan mempercayai saya," seloroh Konterman.



Simak Video "Kalahkan Espanyol, Madrid Gusur Barcelona Lagi dari Puncak Klasemen LaLiga"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/adp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com