sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 02 Jun 2020 04:30 WIB

Garay nan Malang: Kena Corona dan Tak Diinginkan Valencia

Randy Prasatya - detikSport
VALENCIA, SPAIN - NOVEMBER 27: Ezequiel Garay of Valencia looks on prior to the UEFA Champions League group H match between Valencia CF and Chelsea FC at Estadio Mestalla on November 27, 2019 in Valencia, Spain. (Photo by Manuel Queimadelos Alonso/Getty Images) Ezequiel Garay pergi dari Valencia. (Foto: Getty Images/Manuel Queimadelos Alonso)
Jakarta -

Malang betul nasib Ezequiel Garay. Setelah terkena virus corona, dia memilih pergi karena merasa diperlakukan tak profesional oleh Valencia.

Garay sudah membuat keputusan bahwa dirinya meninggalkan Valencia di akhir musim 2019/2020. Itu menandakan bahwa kontraknya dengan Los Che habis dan bisa pindah klub dengan bebas transfer.

Bek 33 tahun itu sebetulnya ingin bertahan di Valencia selaku klub yang sudah dibelanya sejak 2016/2017. Namun, Valencia disebut membuat cerita yang salah dengan mengklaim Garay tak mau bertahan di Mestalla.

"Ini pertama kali dalam karier saya berbicara seperti ini dan itu membuat saya sedih. Orang-orang di klub mencoba mendiskreditkan saya sebagai seorang profesional dan sebagai pribadi," ucap Garay dalam video di jejaring sosialnya, yang dikutip Marca.

"Semua ini dimulai ketika kebocoran kabar bahwa saya telah menolak tawaran 2,7 juta (euro per musim) dan itu sama sekali tidak benar. Mereka mengatakan bahwa saya menolak bertahan di klub, yang juga tidak benar," sambungnya.

"Pada 2 Juli 2019, saya ditawari kontrak yang jauh lebih rendah dari yang saya miliki. Pada Agustus, ketidakstabilan mulai terlihat seperti dengan kasus (mantan pelatih) Marcelino, jadi saya memutuskan untuk menunggu sampai semuanya diselesaikan untuk membahas kontrak baru."

"Pada 13 November, kontrak lisan disepakati tetapi tidak tertulis, sampai saya bertemu dengan perwakilan klub lainnya pada Januari yang kondisinya telah berubah."

"Saya masih ingin memperbarui kontrak dengan klub, tetapi pada 1 Februari, saya cedera lutut dan perlu operasi. Beberapa saat setelah itu saya diminta untuk cuti sakit, saya bertanya lagi tentang perpanjangan kontrak, tetapi saya disambut dingin."

Tak hanya sampai di situ drama Garay dengan Valencia. Pemain asal Argentina itu juga merasa seperti diakal-akali supaya gajinya bisa dipangkas saat terjangkit virus corona.

"Dari awal, saya berusaha kooperatif dan dirumahkan (karena virus corona) yang akan mengakibatkan pemotongan gaji, tetapi klub tidak menerima, mereka ingin melakukan pemotongan gaji yang lebih besar karena saya sudah cuti sakit."

"Saya selalu ingin bertahan karena Valencia telah memberi saya kesempatan untuk mengatasi tantangan, bertemu orang-orang luar biasa, dan mengalami pasang surut dengan para fans. Saya senang di sini dan akan senang untuk melanjutkannya, tetapi sayangnya ini bukan terserah saya."

"Perpisahan saya datang langsung dari hati, karena saya orang yang baik dan saya percaya bahwa Anda layak untuk mengetahui kebenaran."

"Ketika Anda melihat bahwa sesuatu terjadi menyakiti orang-orang di sekitar Anda seperti keluarga, itu juga menyakitkan Anda, terutama ketika anak-anak Anda bertanya mengapa Anda sedih, sulit untuk memberi mereka jawaban."

"Saya ingin menutup dengan mengatakan bahwa kebohongan itu mudah dipercaya, tetapi sayangnya kebenaran harus keluar di beberapa titik dan dengan itu, saya mengucapkan selamat tinggal dan 'Amunt Valencia'," Garay mengakhiri.



Simak Video "Benzema-Asensio Bawa Real Madrid Bungkam Valencia 3-0"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/yna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com