sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Minggu, 05 Jul 2020 21:39 WIB

3 Momen Lionel Messi di Ambang Pintu Keluar Barcelona

Kris Fathoni W - detikSport
SEVILLE, SPAIN - JUNE 19: Lionel Messi of Barcelona is challenged by Diego Carlos of Sevilla during the Liga match between Sevilla FC and FC Barcelona at Estadio Ramon Sanchez Pizjuan on June 19, 2020 in Seville, Spain. (Photo by Fran Santiago/Getty Images) Momen-momen Lionel Messi di Ambang Pintu Keluar Barcelona. (Foto: Getty Images/Fran Santiago)
Jakarta -

Lionel Messi sedang jadi buah bibir. Secara spesifik, tentang spekulasi masa depannya di Barcelona. Tapi hal itu sendiri bukanlah yang pertama kalinya.

Saat ini santer kabar bahwa Lionel Messi sudah menghentikan negosiasi kontrak barunya di Barcelona. Padahal kontraknya saat ini tinggal tersisa sampai musim panas 2021.

Bahkan menurut laporan radio Spanyol Cadena Ser, kapten Barcelona itu kini juga siap angkat kaki dari Barcelona saat kontraknya habis pada 2021 mendatang. Kabarnya, Lionel Messi sudah kesal sekali dengan situasinya di Barca.

Ada sumber yang sudah mengonfirmasi ke Moises Llorens-nya ESPN bahwa Lionel Messi marah dengan sejumlah figur di Barcelona, mengenai laporan bocoran media yang membuatnya terlihat bertanggung jawab atas sejumlah kejadian di Barcelona. Termasuk di antaranya pemecatan pelatih Ernesto Valverde dan bahwa ia frustrasi dengan kurangnya kualitas dalam skuad El Barca.

Guillem Balague, jurnalis kondang Spanyol yang lazim membagi kisah-kisah di balik layar persepakbolaan Negeri Matador, juga mencatat bahwa ini bukanlah episode pertama Lionel Messi terindikasi di ambang pintu keluar Barcelona.

Dalam kolomnya di BBC, Balague menyebut bahwa paling tidak ada dua episode lain ketika pesepakbola asal Argentina tersebut santer dispekulasikan bakal meninggalkan Barca.

"Tentu saja sebelum ini ada beberapa momen persimpangan jalan ketika Messi nyaris meninggalkan klub pada masa lalu," tulis Balague.

Yang pertama adalah ketika Lionel Messi harus berhadapan dengan birokrasi di Spanyol dan belum otomatis jadi starter di Barcelona. Tepatnya di musim 2005/2006.

Di awal musim tersebut, sempat ada tanda tanya apakah Barcelona bisa memainkan La Pulga secara legal di laga LaLiga. Itu karena peraturan liga menyatakan bahwa tim tidak boleh memiliki lebih dari tiga pemain dengan paspor non-Uni Eropa di skuad utama. Pada tahun 2005 Barcelona sudah memiliki Ronaldinho (Brasi), Samuel Eto'o (Kamerun), dan Rafael Marquez (Meksiko) yang mengisi slot.

Pada saat itu, ada Inter Milan yang sudah bersiap menebus klausul pelepasan (buyout clause) Lionel Messi. Joan Laporta, presiden Barcelona periode 2003-2010, bermanuver mencari solusi. Messi, yang memang tak mau pergi, pun akhirnya bertahan di klub Catalan.

Berikutnya, sebut Balague, ada episode kasus pajak yang sampai ke meja hijau. Saat itu Lionel Messi juga hampir ingin angkat kaki, bukan cuma dari Barcelona tapi juga dari Spanyol.

"Namun saat semuanya sudah beres dan ia kembali berlatih, ia memutuskan untuk bertahan walaupun pada saat itu ia juga bisa saja memilih klub mana saja di dunia, di antaranya Manchester City yang saat itu baru hendak ditangani Pep Guardiola."

Dan kini, tulis Balague, tibalah krisis ketiga masa depan Lionel Messi di Barcelona. Balague menduga kuat alasannya adalah performa Blaugrana yang bikin Messi sudah tidak lagi percaya dengan ambisi dan kualitas klub tersebut.

"Setelah tiga hasil seri, dan walaupun mengawali fase kedua musim liga dengan pijakan mantap, terlihat jelas sekali bahwa, seperti yang sudah diduga olehnya di awal musim, Barcelona saat ini tidak lagi cukup bagus untuk menjuarai Liga Champions."

Kali ini benar-benar serius mau pergi, Lionel Messi?



Simak Video "Messi: Gelar Top Skor Nggak Penting"
[Gambas:Video 20detik]
(krs/adp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com