Diego Costa Toxic, Atletico Terpaksa Putus Kontraknya

Putra Rusdi K - Sepakbola
Rabu, 30 Des 2020 21:30 WIB
VIGO, SPAIN - OCTOBER 17: Diego Costa of Atletico de Madrid reacts with an injury during the La Liga Santander match between RC Celta and Atletico de Madrid at Abanca-BalaĆ­dos on October 17, 2020 in Vigo, Spain. Football Stadiums around Europe remain empty due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in fixtures being played behind closed doors. (Photo by Octavio Passos/Getty Images)
Diego Costa merusak keharmonisan tim sehingga Atletico Madrid memutus kontraknya (Foto: Getty Images/Octavio Passos)
Madrid -

Diego Costa disebut sudah terlalu toxic untuk Atletico Madrid sehingga kontraknya harus diputus. Begitu klaim jurnalis Spanyol Jose Ramon de la Morena.

Atletico memutus kontrak Costa yang sebenarnya masih tersisa hingga 30 Juni 2021. Costa dan Atletico sepakat mengakhiri kerja sama pada Selasa (29/12/2020).

Sebelum kontraknya diputus, Costa juga sempat mangkir latihan. Los Rojiblancos mengungkap bahwa penyerang 32 tahun ini ingin hengkang dari Wanda Metropilatno Stadium karena masalah pribadi. Namun tak disebut secara pasti masalah apa yang dialami Costa sampai rela melepas seragam Atletico.

Jurnalis Spanyol, Jose Ramon de La Morena berusaha membeberkan apa yang sebenarnya terjadi dengan Costa di Atletico. Ia mengatakan bahwa Costa sudah memicu konflik dengan Atletico sejak awal musim ini.

Hal itu bermula kebijakan Atletico mendatangkan Luis Suarez yang membuat Costa bukan lagi pilihan utama di lini depan. Kecewa, Costa yang susah diatur mulai tak menghormati staff pelatih Atletico.

Bola panas konflik ini kemudian mencapai puncaknya saat Costa bersitegang dengan asisten pelatih Atletico Nelson Vivas. Atletico tak punya pilihan lain kecuali melepas Costa. Pasalnya, pria kelahiran Brasil ini sudah merusak keharmonisan tim.

"Diego Costa sudah tak nyaman di klub ini sejak awal musim. Ini bukan konflik yang baru muncul tapi konflik lama yang semakin memanas," ujar De La Marena dikutip dari Marca.

"(Pelatih Atletico) Diego Simeone telah melakukan tugasnya dengan merotasi Suarez dan Costa. Namun, sikap Diego Costa menjadi semakin memuakan dan dia menjadi lebih dari sekedar pemain - sosoknya membuat suasana tak sehat di ruang ganti - itu membuat klub takut."

"Klub kemudian bernegosiasi agar dia bisa hengkang. Namun, Costa meminta kontraknya. Hubungan dengan pelatih saat latihan sudah buruk dan yang paling parah dengan Nelson Vivas."

"Setelah tiba dari San Sebastian (di mana Atleti mengalahkan Real Sociedad 2-0), dia hampir berkelahi dengan Nelson Vivas," jelasnya.

Usai ketegangan ini Costa menemui Direktur Olahraga Atletico, Andrea Berta, dan mengatakan ingin hengkang. Namun, Berta memberitahu bahwa Costa tak bisa pindah ke beberapa klub yang berlaga Liga Champions atau LaLiga jika tak membayar klausul sebesar 20 juta euro.

Inilah sebab utama Diego Costa mangkir latihan. Hingga Atletico akhirnya memutus kontrak mantan penyerang Chelsea tersebut.

(pur/krs)