Hector Cuper Menyerah
Selasa, 14 Feb 2006 17:21 WIB
Jakarta - Hector Cuper tampaknya sudah sadar bahwa pekerjaannya tak juga membuahkan hasil manis buat Real Mallorca. Ia dilaporkan mundur sebagai pelatih klub Spanyol itu.Adalah dua harian berpengaruh di Spanyol, As dan Marca, yang menguakkan berita tersebut, bahwa Cuper berinisiatif untuk mengundurkan diri dan telah menyampaikan hal tersebut kepada presiden Mallorca, Vicente Grande.Cuper mengambil keputusan itu menyusul hasil seri 1-1 yang dicapai timnya saat menjamu Getafe di kandang sendiri, Estadio San Moix, akhir pekan lalu, yang membuat Mallorca tak beranjak dari posisi buncit di klasemen La Liga.Sebenarnya, sebelum mundur pun keberadaan Cuper terus mendapat sorotan. Media massa setempat belum berhenti berspekulasi bahwa pelatih asal Argentina itu suatu hari pasti dipecat.Spekulasi itu tentu didasari pada prestasi Mallorca di musim ini, yang dari 23 pertandingan baru mengumpulkan nilai 19. Dalam sembilan laga terakhirnya Christiano Doni dkk tak sekalipun memetik kemenangan, sementara kekalahan yang diderita sudah mencapai 12 kali.Dalam beberapa tahun terakhir karir kepelatihan Cuper memang tidak terang benderang. Sebelum ke Mallorca -- menggantikan Benito Floro yang dipecat pada November 2004 -- ia melatih klub elit Italia Inter Milan, tapi berakhir juga dengan tidak manis.Masuk ke San Siro pada 2001, ia nyaris langsung membawa Nerazzurri memenangi scudetto sebelum gagal karena kalah di pertandingan terakhir melawan Lazio.Inter finis di tempat kedua lagi di musim berikutnya -- yang membuat Cuper kian pas dijuluki pelatih spesialis runner up. Tapi kali itu petinggi Inter tidak puas dan akhirnya memecat lelaki berusia 50 tahun ini di bulan Oktober 2003, setelah timnya tidak menang dalam empat laga berturut-turut.Sebelumnya Cuper pernah merasakan karir yang manis saat menukangi Mallorca (1997-1999) dan Valencia (1999-2001). Di Mallorca waktu itu ia membawa timnya ke final Piala Raja Spanyol, final Piala Winners, dan finis di tempat ketiga di Liga Spanyol -- capaian terbaik klub tersebut.Di Valencia level prestasinya naik karena dua musim berturut-turut mengantarkan El Che ke final Liga Champions sebelum dikalahkan Real Madrid (2000) dan Bayern Munich (2001). (a2s/)











































