sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 23 Feb 2021 11:20 WIB

Inikah Penyebab Griezmann Menurun di Barcelona?

Adhi Prasetya - detikSport
BARCELONA, SPAIN - FEBRUARY 21: Antoine Griezmann of FC Barcelona warms up prior to the La Liga Santander match between FC Barcelona and Cadiz CF at Camp Nou on February 21, 2021 in Barcelona, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Alex Caparros/Getty Images) Ketajaman Griezmann menurun saat di Barcelona. Foto: Getty Images/Alex Caparros
Jakarta -

Memasuki musim kedua di Barcelona, penampilan Antoine Griezmann dianggap belum sesuai ekspektasi. Perbedaan peran diyakini mempengaruhi penurunan tersebut.

Dibeli seharga 120 juta Euro dari Atletico Madrid pada musim panas 2019, hingga kini Griezmann baru mencetak 27 gol dari 82 pertandingan bersama Barcelona.

Statistik tersebut sebetulnya tak buruk, namun jelas jauh dari harapan suporter jika melihat besarnya uang yang harus dikeluarkan untuk membeli pemain asal Prancis tersebut.

Apalagi, Griezmann pernah mencetak 29 gol hanya dalam semusim, tepatnya pada 2017/18. Saat itu, Atletico mengakhiri musim dengan menjadi juara Liga Europa dan finis sebagai runner-up Liga Spanyol.

Menjadi wajar jika publik mengharap hal sama darinya, dan hal itu belum terpenuhi sejauh ini. Dua musim di Barcelona, nama Griezmann lebih banyak menghiasi media dengan berita-berita negatif, seperti berselisih dengan Gerard Pique atau Lionel Messi.

Eks bek Barcelona yang juga berasal dari Prancis, Jeremy Mathieu, mengungkapkan opininya. Pria yang berseragam Blaugrana pada 2014-2017 itu berpikir alangkah baiknya Griezmann tetap di Atletico saja.

SEVILLE, SPAIN - JANUARY 17: Antoine Griezmann of FC Barcelona looks on during the Supercopa de Espana Final match between FC Barcelona and Athletic Club at Estadio de La Cartuja on January 17, 2021 in Seville, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by David Ramos/Getty Images)Griezmann tak kunjung mengkilap bersama Barcelona. Foto: Getty Images/David Ramos

"Performa dia sekarang tak seperti saat dia di Atletico dulu. Saya pikir dia salah bergabung dengan Barcelona," kata Mathieu kepada RAC1, dikutip Marca.

"Di Atletico, dia itu bagian penting dari tim. Saya tak tahu apakah dia berstatus sama di Barcelona," katanya lagi.

Menurunnya jumlah gol Griezmann diyakini karena perubahan posisi yang dialaminya di Barcelona. Sewaktu di Atletico, Diego Simeone lebih banyak menaruhnya sebagai penyerang tengah atau second striker.

Di Barcelona, ia masih bermain di dua posisi tersebut, namun tak sesering dulu. Ia lebih banyak diplot sebagai winger kiri. Hal itu diyakini mempengaruhi produktivitasnya.

Selain itu, berbeda dengan di Atletico, di Barcelona juga ada Lionel Messi yang menjadi tumpuan gol utama. Jelas peran Griezmann mengalami reduksi.

Catatan Griezmann di Atletico Madrid (2014-2019)

Main 257 kali, mencetak 133 gol (0,51 gol per laga)

Posisi paling produktif: penyerang tengah (69 gol)

Catatan Griezmann di Barcelona (2019-sekarang)

Main 82 kali, mencetak 27 gol (0,33 gol per laga)

Posisi paling produktif: winger kiri (16 gol)

(adp/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com