Laporta: Penangkapan Bartomeu Merusak Reputasi Barcelona

Putra Rusdi K - Sepakbola
Selasa, 02 Mar 2021 11:51 WIB
FRANKFURT, GERMANY - JUNE 21:  FC Barcelona President Joan Laporta reveals home shirt for the 2006/07 season during a press conference on June 21, 2006 in Frankfurt, Germany. The Away kit is inspired by the orange kit worn by Barcelonas 1992 European Cup winning team. (Photo by Jan Pitman/Getty Images)
Joan Laporta menanggapi penangkapan Josep Mara Bartomeu (Foto: Getty Images/Jan Pitman)
Barcelona -

Mantan Presiden Barcelona Joan Laporta memberi tanggapan soal penangkapan Josep Maria Bartomeui. Mantan Presiden El Barca ini diciduk akibat skandal Barcagate.

Skandal Barcagate memasuki babak baru dengan digeledahnya kantor Barcelona, Senin (1/3/2020) malam WIB. Penggeladahan tersebut juga diiringi oleh penangkapan mantan Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu oleh pihak kepolisian di rumahnya.

Selain Bartomeu, tiga sosok lain juga turut diciduk. Mereka adalah CEO Barcelona Oscar Grau, Kepala Urusan Legal, Roman Barcelona Gomez Ponti, dan pengacara Bartomeu, Jaume Masferrer.

Skandal Barcagate mencuat Februari tahun lalu dari media Cardena SER yang mengungkap pihak Bartomeu mengontrak konsultan media, I3 Ventures, sejak 2017. I3 Ventures diduga ditugasi Bartomeu yang saat itu memimpin Barcelona untuk menyerang pihak-pihak yang tak sejalan dengannya.

Tudingan ini kemudian tak terbukti usai Barcelona melakukan audit. Namun, kasus ini kemudian meluas dengan adanya dugaan korupsi. Pihak Bartomeu dinilai memanipulasi laporan keuangan dengan menggelembungkan biaya jasa I3 Ventures hingga 600 persen.

Kasus ini memaksa Josep Maria Bartomeu untuk mundur dari jabatannya pada Oktober 2020 usai mendapat mosi tidak percaya. Pemilihan Presiden Barcelona yang baru bakal dilakukan pada 7 Maret mendatang.

Calon Presiden anyar Barcelona, Joan Laporta, merasa bahwa penangkapan Bartomeu ini jelas merusak reputasi dan citra Blaugrana. Pria yang juga pernah menjabat sebagai Presiden Barcelona pada periode 2003-2010 tersebut menegaskan menghormati segala proses penyelidikan yang berjalan untuk kasus ini.

"Ini bukan kabar baik atau menyenangkan bagi Barca karena orang ini pernah menjadi presiden FC Barcelona. Meski dia punya catata yang tidak baik, dia tetap pernah presiden FC Barcelona," ujar Laporta dikutip dari Barca Baulgranes.

"Ini adalah berita yang tidak menyenangkan bagi siapa pun. Yang jelas, ini kabar yang sangat mengejutkan."

"Mengingat peristiwa yang telah terjadi hari ini di kantor klub dan penangkapan mantan presiden Barca serta petinggi klub, atas nama kampanye 'Estimem el Barça', kami ingin menghormat segala tindakan peradilan dan polisi, serta tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

"Kami sangat menyesalkan kejadian yang sangat merusak citra dan reputasi klub ini ," tambahnya.

Laporta sendiri dalam pemilihan presiden Barcelona nanti bakal bersaing dengan dua nama. Mereka adalah Victor Font dan Toni Frexia.

Simak Video: Kantor Barcelona Digerebek Polisi, Eks Presiden Bartomeu Ditangkap

[Gambas:Video 20detik]



(pur/krs)