Pangeran Malaysia yang Mau Beli Valencia Tajirnya Kayak Gini

Yanu Arifin - Sepakbola
Rabu, 03 Mar 2021 19:05 WIB
Tunku Ismail
Tunku Ismail ibni Sultan Ibrahim yang mau membeli Valencia. (Foto: Instagram)
Valencia -

Pangeran Johor, Malaysia, Tunku Ismail ibni Sultan Ibrahim, kabarnya ingin membeli klub Liga Spanyol, Valencia. Dikenal tajir melintir, ini sederet kekayaannya.

Kabar Tunku Ismail membeli Valencia bukan hal asing. Ia merupakan kerabat dekat Peter Lim, taipan Singapura yang menjadi pemililk Valencia saat ini.

Beberapa waktu lalu, Tunku Ismail sudah menebar 'kode' ingin membeli Valencia. Ia mengunggah beberapa artikel yang memberitakan dirinya tertarik membeli Los Che.

Selain itu, Tunku Ismail, yang merupakan anak tertua dari Sultan Ibrahim ibni Almarhum Sultan Iskandar, juga sempat menyindir kepemilikan Valencia. Ia menilai, klub LaLiga itu butuh sosok yang paham sepakbola.

Dan Tunku Ismail sendiri juga paham sepakbola. Ia merupakan pemilik klub raksasa, Johor Dahrul Takzim (JDT), yang menyulapnya menjadi seperti tim-tim Eropa.

Tunku Ismail juga menyulap kompleks latihan JDT menjadi supermegah. Ia punya 11 lapangan latihan, yang semuanya bisa dibuat tertutup pada musim panas dan didinginkan dengan AC. Pemain Valencia sendiri pernah diundang ke sana, dan begitu terkesan dengan tempatnya.

Dari segi finansial, Tunku Ismail punya modal luar biasa untuk membangun Valencia. Selain menjadi pewaris Sultan Ibrahim, yang punya kekayaan mencapai 750 juta euro atau sekitar Rp 13 triliun, Tunku Ismail kerap memamerkan kekayannya di Instagram.

Menurut Marca, Tunku Ismail calon pewaris rumah mewah bergaya Flinstone, tokoh animasi manusia purba. Rumah itu punya pemandangan laut, mercusuar 9 lantai, dan 17 kamar, dengan dua kamar khusus kaisar.

Selain itu, Sultan Ibrahim juga punya pesawat Boeing 737 pribadi yang dicat berwarna emas. Sementara Tunku Ismail sendiri sudah punya helikopter, yang juga dicat berwarna emas.

Mala jika jadi membeli Valencia, maka siap-saja ada singa yang terbangun di LaLiga. Tunku Ismail bisa menjadi sosok yang membangunkannya.

(yna/krs)