Barter Arthur-Pjanic Salah Satu Kekeliruan Terbesar dalam Sejarah Sepakbola

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Senin, 12 Apr 2021 20:50 WIB
GETAFE, SPAIN - JANUARY 06: Arthur of FC Barcelona looks on during the La Liga match between Getafe CF and FC Barcelona at Coliseum Alfonso Perez on January 06, 2019 in Getafe, Spain. (Photo by Denis Doyle/Getty Images)
Arthur Melo ditukar dengan Miralem Pjanic pada musim panas lalu. Barter yang disebut sebagai salah satu transfer paling ganjil. (Foto: Getty Images/Denis Doyle)
Sao Paulo -

Pada musim panas lalu, Barcelona dan Juventus melakukan pertukaran Arthur Melo dengan Miralem Pjanic. Barter itu disebut sebagai salah satu kekeliruan terbesar.

Pendapat itu dilontarkan oleh mantan pencari bakat Barcelona, Andre Cury. Di dalam kesepakatan itu, Barcelona mendapatkan Pjanic dengan nilai transfer sebesar 60 juta euro, plus 5 juta euro dalam bentuk biaya-biaya lainnya. Gelandang Bosnia itu menyepakati kontrak selama empat tahun.

Juventus sendiri mengamankan tanda tangan Arthur Melo dengan biaya transfer sebesar 72 juta euro, ditambah 10 juta euro dalam bentuk bonus-bonus. Pemain Brasil itu diikat dengan kontrak sampai 2025.

Pertukaran Arthur-Pjanic memang mengundang kritik keras. Kabarnya, hal itu menjadi salah satu faktor yang membuat presiden Barcelona saat itu, Josep Maria Bartomeu, lengser dari jabatannya.

"Itu adalah salah satu kekeliruan terbesar yang pernah saya saksikan dalam sejarah sepakbola," cetus Cury kepada SPORT. "Sungguh-sungguh menggelikan."

"Anda mengganti Arthur, yang masih berusia 23 tahun dan bergaji bersih 2 juta euro, untuk seorang pemain berusia 31 tahun yang bergaji 6 juta euro, memberatkan tagihan gaji Anda."

Sejauh ini karier Miralem Pjanic di Camp Nou belum mulus-mulus amat. Pemain berusia 31 tahun itu cuma dimainkan sebagai starter 13 kali dalam 28 penampilannya di seluruh kompetisi tanpa sumbangan gol dan assist.

Pjanic bahkan tidak bermain dalam lima pertandingan terakhir Barcelona di LaLiga, termasuk dalam kekalahan 1-2 di markas Real Madrid pada duel El Clasico di akhir pekan lalu.

"Wajar sih kalau dia masih belum memainkan sepakbola terbaiknya karena dia datang di sebuah klub hebat seperti Barca dan dibekap dua cedera sehingga mengganggu kemajuan dia. Di musim pertama, dia tidak sepenuhnya fokus, tapi setelahnya dia bisa," Andre Cury menambahkan di tengah pembahasan tentang pertukaran Arthur-Pjanic.

(rin/krs)