Satu Penalti yang Rusak Peluang Juara Real Madrid Musim Ini

Adhi Prasetya - Sepakbola
Senin, 10 Mei 2021 15:40 WIB
MADRID, SPAIN - MAY 09: Nacho of Real Madrid interacts with Referee Juan Martinez Munuera after a penalty decision during the La Liga Santander match between Real Madrid and Sevilla FC at Estadio Alfredo Di Stefano on May 09, 2021 in Madrid, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Denis Doyle/Getty Images)
Para pemain Madrid memprotes keputusan wasit memberi penalti untuk Sevilla. Foto: Getty Images/Denis Doyle
Madrid -

Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Karena satu penalti untuk Sevilla, peluang Real Madrid jadi juara LaLiga terancam sirna.

Madrid butuh kemenangan di jornada 35 untuk bisa memuncaki klasemen sementara Liga Spanyol. Los Blancos ingin memanfaatkan situasi di mana sang pemuncak klasemen, Atletico Madrid hanya bermain imbang dengan Barcelona.

Oleh karena itu, berjumpa Sevilla pada Senin (10/5/2021) dini hari WIB, Madrid begitu ngotot mengejar tiga poin. Namun apes bagi Luka Modric dkk, mereka cuma bisa bermain imbang 2-2.

Salah satu momen yang disorot adalah penalti untuk Sevilla di 15 menit terakhir babak kedua, saat skor masih 1-1. Momen ini dianggap merusak momentum yang dimiliki skuad asuhan Zinedine Zidane.

Awalnya Madrid mendapat penalti usai Karim Benzema yang melakukan solo run dilanggar Yassine Bounou di kotak terlarang. Namun wasit Juan Martinez Munuera, lewat tayangan Video Assistant Referee (VAR), mengecek situasi sampai sebelum terjadinya serangan balik Madrid.

Dari situ, terlihat jika Eder Militao lebih dulu menyentuh bola dengan tangannya, meski tampak tak sengaja. Akhirnya, alih-alih mendapat penalti, Madrid justru dihukum tendangan 12 pas. Ivan Rakitic dari Sevilla sukses menjadi algojo.

MADRID, SPAIN - MAY 09: Zinedine Zidane, Head Coach of Real Madrid interacts with Referee Juan Martinez Munuera after the La Liga Santander match between Real Madrid and Sevilla FC at Estadio Alfredo Di Stefano on May 09, 2021 in Madrid, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Denis Doyle/Getty Images)Zinedine Zidane sampai melakukan protes kepada wasit seusai laga. Foto: Getty Images/Denis Doyle

Akhirnya Madrid memang lolos dari kekalahan lewat gol Eden Hazard di injury time babak kedua, namun mereka mencak-mencak seusai peluit panjang. Mereka gagal menang, gagal pula mengudeta Atletico.

"Kami masih belum paham bagaimana aturan handball ini diberlakukan. Wasit tadi posisinya dekat dengan kejadian, dia tak memutuskan itu penalti, permainan dilanjutkan lalu kami mendapat penalti bersih. Kemudian VAR ikut campur dan malah mereka (Sevilla) yang akhirnya mendapat penalti," kata penyerang Madrid, Marco Asensio, dikutip Daily Mail.

"Saya belum lihat replay-nya, tapi Militao tak melihat bolanya sama sekali. Bola menyentuh lengannya meski dia tak menginginkan hal tersebut. Kami kesal karena keputusan itu tak cuma mengubah laga, tapi juga peluang kami menjuarai liga," lanjut pemain 25 tahun itu.

Dengan menyisakan tiga laga, Madrid tertahan di urutan kedua dengan 75 poin, tertinggal dua angka dari Atletico. Mau tak mau, Los Blancos harus memenangi tiga laga sisa, sembari berharap Atletico terpeleset agar bisa meraih gelar di akhir musim.

(adp/krs)