Muncul Rekaman Suara Presiden Madrid, Sebut Casillas-Raul Penipu

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Rabu, 14 Jul 2021 05:58 WIB
VALENCIA, SPAIN - FEBRUARY 22: Florenitno Perez, president of Real Madrid prior the Liga match between Levante UD and Real Madrid CF at Ciutat de Valencia on February 22, 2020 in Valencia, Spain. (Photo by Eric Alonso/Getty Images)
Presiden Real Madrid Florentino Perez menjelek-jelekkan Iker Casillas dan Raul dalam sebuah rekaman audio lama. (Foto: Getty Images/Eric Alonso)
Madrid -

Presiden Real Madrid Florentino Perez marah-marah karena dua mantan pemainnya, Iker Casillas dan Raul Gonzalez. Perez bahkan menyebut mereka 'penipu terbesar'.

Omelan Perez itu ada di dalam sebuah rekaman audio yang dibuat pada 2006. Namun pada Selasa (13/7/2021), rekaman itu bocor yang diungkap oleh media Spanyol, El Confidencial.

Pada rekaman itu Perez berbicara setelah meninggalkan posnya sebagai presiden Madrid, keputusan yang menurut dia sebagian disebabkan oleh Raul.

Florentino Perez pada prosesnya kembali menempati kursi pimpinan Real Madrid pada 2009 sampai sekarang sementara Casillas dan Raul sama-sama meninggalkan klub di era Perez. Kedua pemain itu kini pulang ke klub; Casillas bekerja untuk Yayasan Real Madrid sedangkan Raul menjadi pelatih tim B.

""Dia tidak cukup bagus untuk menjadi kiper Real Madrid, tapi Anda mau saya bilang apa? Dia bukan kiper bagus, dan tidak pernah menjadi kiper yang bagus," ucap Perez tentang Casillas, yang diwartakan ESPN.

"Ini adalah kesalahan besar yang kita buat. Apa yang terjadi itu [suara tidak jelas] mereka memuja dia, mereka ingin berbicara dengan dia...Saya tidak tahu. Mereka sangat membela dia, tapi well, dia adalah salah satu penipu terbesar di Madrid."

"Yang kedua adalah Raul. Keduanya adalah penipu terbesar di Madrid, yang pertama Raul lalu Casillas. [Zinedine] Zidane itu orang yang baik. Dan [David] Beckham dan Ronaldo... tapi kemudian yang lain berpikir bahwa ... kita lihat saja. Raul itu orang yang jahat."

"Dia mengira Madrid itu miliknya dan dia menggunakan segalanya yang ada di Madrid, mengembangkan semuanya untuk keuntungannya sendiri. Dia dan agen dia. Mereka yang bertanggung jawab karena Madrid tidak sukses."

"Dengar ya, saya dulu pergi, di antara alasan yang lain, karena dia. Karena dia, sekarang dia merasa waktunya habis, bilang: 'Sebelum saya pergi, saya akan mengakhiri Madrid'. Dia itu orang yang negatif, dia menghancurkan Madrid dan moral para pemain sehingga orang-orang mengatakan: 'Ini karena Madrid jelek, bukannya Raul.' Sungguh mengerikan seberapa jahat orang ini," kata Perez.