Laporta: Bahkan Messi Sekalipun Tak Lebih Besar dari Barcelona

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 06 Agu 2021 19:47 WIB
BARCELONA, SPAIN - MAY 16: Lionel Messi of FC Barcelona looks dejected during the La Liga Santander match between FC Barcelona and RC Celta at Camp Nou on May 16, 2021 in Barcelona, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors.  (Photo by David Ramos/Getty Images)
Lionel Messi resmi meninggalkan Barcelona. (Foto: Getty Images/David Ramos)
Jakarta -

Presiden Barcelona Joan Laporta menjelaskan betapa rumitnya operasi untuk mengontrak Lionel Messi. Situasinya bak buah simalakama untuk Barcelona.

Barcelona memutuskan melepas Lionel Messi meski sebenarnya telah menyepakati kontrak baru. Namun kontrak itu bikin Barca tak lolos aturan pembatasan gaji yang ditetapkan LaLiga.

Presiden Barcelona Joan Laporta mengungkapkan bahwa manajemennya mewarisi kondisi finansial yang amat buruk dari pengurus sebelumnya. Satu-satunya jalan untuk mengikat Lionel Messi lagi adalah dengan skema gadai sejumlah aset klub untuk jangka panjang.

"Demi mematuhi aturan Financial Fair Play, Barca harus sepakat untuk menggadaikan sejumlah hak klub selama setengah abad. Ketika kami harus membuat keputusan, kami memutuskan tidak mau melakukan itu buat siapapun. Menggadaikan Barca selama setengah abad, tidak," ujar Joan Laporta dikutip Sport.

"Klub ini sudah ada selama 122 tahun, dan oleh karena itu lebih penting dari siapapun, bahkan pemain terbaik di dunia. Kami sudah cukup beruntung bisa melihat Leo mewakili klub kami selama bertahun-tahun, dan kami selamanya berterima kasih untuknya atas kontribusinya. Klub mesti didahulukan ketimbang pemain, pelatih, presiden, atau direktur," imbuhnya.

Lionel Messi kabarnya sedang didekati oleh Paris Saint-Germain. Klub lain yang tengah bersiap untuk merekrutnya adalah Manchester City.

(raw/krs)