Presiden Real Madrid adalah Korban Ketidaksenonohan

Randy Prasatya - Sepakbola
Selasa, 07 Sep 2021 07:00 WIB
MADRID, SPAIN - MARCH 11: Florentino Perez, President of Real Madrid, at the announcement of Zinedine Zidane as new Real Madrid head coach at Estadio Santiago Bernabeu on March 11, 2019 in Madrid, Spain. Zinedine Zidane returns as Real Madrid manager just 10 months after leaving the Spanish club. (Photo by Denis Doyle/Getty Images)
Florentino Perez dianggap sebagai korban dari pemberitaan negatif. (Foto: Getty Images/Denis Doyle)
Jakarta -

Sebuah rekaman audio Florentino Perez mengolok-olok beberapa orang di Real Madrid sempat beredar. Legenda Los Blancos, Jorge Valdano, menilai bahwa Perez adalah korban.

Iker Casillas, Raul Gonzalez, Luis Figo, sampai Vicente Del Bosque adalah nama-nama orang yang pernah di Madrid. Mereka diolok-olok oleh Perez dalam sebuah rekaman audio yang dibuat pada 2006.

Rekaman tersebut bocor dan diungkap oleh media Spanyol, El Confidencial. Pada rekaman itu Perez berbicara setelah meninggalkan posnya sebagai presiden Madrid.

Valdano bicara soal rekaman tersebut dan mengindikasikan dukungan kepada Perez. Valdano, yang main untuk El Real periode 1984-1987 dan melatih tim utama klub itu pada kurun waktu 1994-1996, meyakini bahwa Perez korban.

"Saya mendengar semuanya. Saya selalu menempatkan diri pada posisi korban, dan dalam kasus ini, Florentino adalah korban ketidaksenonohan. Setiap komentar yang dibuat tentang itu tidak senonoh," kata Valdano kepada El Pais.

Perez juga sempat dikabarkan menjadi biang keladi perginya Lionel Messi dari Barcelona. Tudingan itu disampaikan oleh mantan orang penting di Barcelona, Jaume Llopis.

Perez kemudian mengeluarkan pernyataan resmi dan membantah sudah menghasut CEO Barcelona, Ferran Reverter, agar melepas Messi. Perez menegaskan baru dua kali bertemu Reverter dan tidak akrab.

"Ada perasaan bahwa Barcelona tidak punya uang untuk membayar Messi. Sebuah ilusi kemudian tercipta, dan karena semuanya terjadi begitu cepat, sepertinya dia telah dikeluarkan," Valdano mengungkapkan.

"Dalam permainan di mana identitas sangat penting, menyingkirkan seorang legenda seperti dia tidak hanya menyakitkan, itu juga tidak bisa dijelaskan."

"Dia pergi juga sangat merugikan Real Madrid, karena tim juga diukur dari segi kekuatan rival. Sederhananya, Messi sebagai jenius sepakbola, tapi dia tidak hanya menjadi milik Barcelona, cukup menyedihkan," tegasnya.



Simak Video "Kali Kedua Zinedine Zidane Mundur dari Real Madrid"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/rin)