Barcelona Mustahil Beli Pemain Baru di Bursa Transfer Januari

ADVERTISEMENT

Barcelona Mustahil Beli Pemain Baru di Bursa Transfer Januari

Putra Rusdi K - Sepakbola
Kamis, 18 Nov 2021 13:41 WIB
BARCELONA, SPAIN - NOVEMBER 08: New FC Barcelona Head Coach Xavi Hernandez acknowledges fans during a press conference at Camp Nou on November 08, 2021 in Barcelona, Spain. (Photo by David Ramos/Getty Images)
Barcelona mustahil mendatangkan pemain baru pada Januari (Foto: Getty Images/David Ramos)
Barcelona -

Keinginan Xavi Hernandez untuk membeli pemain baru harus pupus. Direktur Olahraga Barcelona Mateu Alemany mengatakan mustahil El Barca berbelanja di Januari

Barcelona baru saja menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih baru menggantikan Ronald Koeman yang dipecat. Tugas berat diemban Xavi yang dituntut bisa membangkitkan El Barca yang saat ini terperosok di peringkat ke-9.

Xavi dilaporkan menginginkan beberapa pemain untuk membantunya mengangkat performa Barcelona. Satu nama sudah didatangkan dan diperkenalkan Barcelona di era Xavi adalah Dani Alves.

Alves balik ke Barcelona dengan status free transfer usai memutuskan berpisah dengan Sao Paolo September lalu. Pemain 38 tahun ini barus bisa bermain untuk Barcelona pada Januari mendatang. Nama seperti Raheem Sterling atau Timo Werner dilaporkan jadi bidikan Xavi.

Namun, harapan Xavi untuk mendatangkan pemain lain setelah Alves tampaknya sulit menjadi kenyataan. Direktur Olahraga Barcelona, Mateu Alemany, mengatakan tak mungkin Barcelona membeli pemain pada Januari mendatang.

Hal ini tak lepas dari masalah finansial yang masih membelit Blaugrana. Barcelona dilaporkan masih memiliki hutang sebesar 1,4 miliar euro. Selain itu, pihak LaLiga juga masih memberlakukan pembatasan gaji untuk Barcelona.

"Kenyataannya adalah kami dapat mendaftarkan Xavi dan staf pelatihnya, tetapi di luar itu kami tidak dapat melakukan hal lain saat ini. Kami berkerja dengan cara yang berbeda tetapi sampai sekarang tidak mungkin untuk mendaftarkan (rekrutan baru) pada 1 Januari.

"Kami akan melihat apakah masih ada ruang untuk bisa mematuhi (regulasi) fair play (LaLiga)," jelasnya.

(pur/krs)

ADVERTISEMENT