Seri Tak Rusak Pesta Zidane
Senin, 08 Mei 2006 18:31 WIB
Madrid - Real Madrid cuma bermain imbang 3-3 melawan Villareal pada pertai terakhir Zinedine Zidane di Santiago Bernabeu. Tapi buat banyak pihak itu pesta yang pantas untuk melepas Zidane. Apa pasal? Pertama karena Real terhindar dari kekalahan berkat gol menit ke-88 yang dilesakkan Julio Baptista. Kedua karena Zidane mencetak satu gol dalam partai terakhirnya di Bernabeu itu. "Itu merupakan tribute yang berharga untuk Zidane. Sebab ada gol yang terjadi dan kami juga berpeluang untuk menang," ucap wakil presiden Emilio Butragueno seperti dikutip Marca, Senin (8/5/2006). Kemenangan memang gagal diraih Real. Tetapi hasil seri cukup untuk mengangkat Real ke peringkat kedua, mengungguli saingannya Valencia dengan selisih satu angka. "Sebetulnya saya ingin pertandingan itu dimenangkan oleh Zidane," cerita pelatih Juan Roman Lopez Caro. "Dalam ilusi kami kemenangan akan menyenangkan dirinya," tambahnya. Namun setidaknya hasil seri membuat Zidane terhindar dari kenangan buruk di partai terakhirnya di Bernabeu. "Itu adalah pesta yang pantas diperoleh Zidane di partai selamat tinggalnya. Kami sudah mencoba segala cara supaya menang. Kami hampir melakukannya saat kedudukan 2-3 tapi sayang akhirnya tak berpihak pada kami," tukas pelatih Villareal, Manuel Pellegrini. Zidane sendiri tidak kecewa dengan hasil itu. Apalagi sekitar 80 ribu penonton memberikan kado khusus buat Zizou sebelum kick-off. Sebuah mosaik dari penonton membuat tulisan namanya dan nomor punggungnya di Real Madrid: lima. Zidane juga mendapatkan standing ovation ketika ditayangkan video rekaman perjalanan karir dan gol-gol terbaiknya bersama El Real, dan sekali lagi ketika ia diganti pada menit 85. Foto: Ekspresi Zidane seusai melakoni partai terakhirnya di Santiago Bernabeu (realmadrid) (mel/)










































