Badai Belum Berlalu di Bernabeu
Selasa, 09 Jan 2007 06:54 WIB
Jakarta - Real Madrid menderita dua kekalahan beruntun dengan agregat 5-0. Badai yang melanda Los Blancos dalam tiga tahun terakhir belum reda, puasa gelar kembali mengancam.Suasana Santiago Bernabeu di awal musim ini bisa dibilang jauh berbeda dengan tiga musim ke belakang. Optimisme menjulang begitu tinggi dalam dada Madridista, sementara di benak mereka mungkin terbayang Raul Gonzales cs bakal melaju mulus di berbagai kompetisi.Kedatangan Fabio Capello bersama Emerson dan pahlawan Italia di Piala Dunia 2006, Fabio Cannavaro, menjadi pembenaran akan hal itu. Apalagi kemudian menyusul Ruud van Nistelrooy, Mahamadou Diarra serta Jose Antonio Reyes yang membuat Los Blancos punya bekal lebih dari cukup untuk mengimbangi Barcelona yang dua musim terakhir menjadi kampiun.Minggu demi minggu dilalui, satu pertandingan ke pertandingan lain juga sudah dilakoni. Sayang hasilnya belum mampu memenuhi ekspektasi seluruh pencinta Real. Tak bisa dibilang buruk memang apa yang diraih Real saat ini. Raul Gonzales cs masih duduk di posisi tiga klasemen, di Liga Champions mereka juga lolos ke babak kedua dengan status runner up di bawah Lyon. Tapi cukupkah itu semua?Klub lain mungkin bisa bilang cukup. Tapi yang kita bicarkan di sini adalah Real Madrid: penguasa Spanyol dengan 29 gelar La Liga sekaligus klub paling sukses di Eropa dengan sembilan tropi Liga Champions.Empat kekalahan ditelah Real di 16 laga perdananya. Termasuk saat dipermalukan Recreativo Huelva 0-3 di kandang sendiri sebelum libur Natal lalu.Merasa ada yang kurang, belanja pemain pun kembali dilakukan dengan mendatangkan tiga pemain muda Marcelo, Gonzalo Higuain dan Fernando Gago di transfer window kedua. Tapi sekali lagi itu belum cukup mengangkat performa Real, Gago dan Marcelo yang diturunkan saat bertandang ke Deportivo La Coruna tak mampu berbuat banyak dan lebih banyak berlari tanpa arah. Real pun dipaksa menelan kekalahan kelimanya setelah ditundukkan 0-2. Bagusnya dalam kondisi seperti ini pemain Real masih menyadari kalau serangkaian hasil mengecewakan yang diraih adalah akibat buruknya permainan mereka sendiri. Tak ada pihak yang disalahkan, yang ada hanyalah usaha untuk terus memperbaiki diri."Sejujurnya, tim ini tidak bermain dengan baik. Ini adalah image yang tak bisa anda beri (buat fans), dan kami merasa bersalah akannya. Tak ada alasan untuk itu. Kami adalah pemain profesional. Kami tahu dalam beberapa hari mendatang sudah akan ada pertandingan penting lainnya," ungkap Raul usai pertandingan menghadapi Super Depor.Melihat skuad yang dimiliki Real saat ini, puasa gelar mereka selama tiga musim terakhir seharusnya bisa berhenti. Di pinggir lapangan mereka punya pelatih bertangan dingin Fabio Capello yang pada pertengahan 1990-an pernah memberi gelar juara hanya dalam satu musim. Di tengah lapangan, walau sudah menanggalkan julukan Los Galacticos, Real masih punya banyak bintang yang dikumpulkan dengan biaya ratusan juta poundsterling.Tapi hingga jelang paruh pertama kompetisi tanda-tanda Real bakal kembali berjaya nyaris tak terlihat. Sebaliknya mereka malah sering direpotkan dengan masalah intern mulai dari sikap indisipliner Antonio Cassano sampai isu perselisihan Diarra dengan Capello soal rotasi pemain.Sekali lagi hal tersebut diakui pemain Real. Tapi itu tak menutup optimisme mereka untuk bisa berprestsi musim ini, target untuk segera bangkit pun langsung dipasang."Real memang kurang punya semangat juang, tapi ini adalah tim dengan kualitas tinggi dan saya yakin sekali kami mampu mengubah kondisi ini dalam beberapa pertandingan ke depan," sahut Reyes optimis memandang peluang timnya.Ayo buktikan, Real. (din/a2s)










































