Sedih Ya, Menyesal Tidak

Beckham ke AS

Sedih Ya, Menyesal Tidak

- Sepakbola
Jumat, 12 Jan 2007 04:58 WIB
Sedih Ya, Menyesal Tidak
Jakarta - Mungkin semuanya berawal dari rasa kesal. Tapi bisa memperkuat klub terbaik Abad 20, bermain bersama pemain sebesar Zinedine Zidane, tidaklah mungkin melahirkan penyesalan dalam diri David Beckham.Semua bermula pada Juli 2003 ketika Real Madrid memboyong ikon sepakbola bernama lengkap David Robert Joseph Beckham dari Manchester United. Lalu berkarirlah ia di Negeri Matador.Sebagaimana kehidupan, roda karir Beckham mengalami pasang-sudut, naik-turun. Tapi dari kronologi yang dilalui, tampaknya perjalanan ayah tiga anak ini "naik sebentar", mendatar, lalu menurun.Dengan tampang ganteng dan ramah dengan fans, Beckham mudah diterima publik Santiago Bernabeu. Kaos Los Blancos bernomor 23 terjual lebih laris di seluruh dunia ketimbang nomor 7 yang dipakai maskot El Merengues, Raul Gonzalez.Dari sisi teknis, kaki kanan pria kelahiran 2 Mei 1975 ini tetap bikin penasaran. Tendangan bebas kaki kanannya selalu ditunggu-tunggu, termasuk dari para komentator televisi, yang dari sana bisa menumbuhkan imajinasi kalimat nan puitis -- bahwa dialah pemilik free kick terindah di dunia.Mencetak lima gol dari 16 pertandingan pertamanya, Beckham sempat mengentalkan aroma Los Galacticos pada skuad Real Madrid. Tapi seiring bergulirnya waktu, nilai tinggi tidak terlalu memihak statistik Beckham.Di musim pertamanya Real hanya finis di urutan empat La Liga dan gagal di babak perempatfinal Liga Champions. Dua musim berikutnya ia juga tak bisa mencicipi titel juara -- tapi mengantongi tiga kartu merah di musim 2005/2006.Menjelang kedatangan musim 2006/2007, datanglah Fabio Capello. Statistik Beckham pun menukik, bangku cadangan mulai jadi kawan akrabnya di hampir setiap pekan. Beckham kesal. Berkali-kali ia mengutarakan kegundahannya menjadi pemain spesialis pengganti.Real memang menawarinya kontrak baru, tapi banyak pihak menganggap motifnya hanya karena Beckham masih merupakan mesin pengeruk uang. Dan beckham tidak sebodoh itu, walaupun masih merasa punya kemampuan bermain bola di level tinggi. Maka diterimalah pinangan klub AS LA Galaxy, dan per Agustus nanti karirnya di Spanyol berakhir, petualangan di Negeri Paman Sam dimulai."Saya telah diberi kesempatan. Saya harus berterima kasih kepada (presiden klub) Florentino Perez karena memberi saya kesempatan untuk betul-betul membela klub yang sangat besar ini," demikian Beckham me-review karirnya di Real Madrid."Pergi dari sini membuat saya merasa sedih, sama seperti ketika saya meninggalkan Manchester United. Saya punya banyak teman di Spanyol maupun di Madrid. Menyesal? Tidak. Sepanjang hidup dan karirku, saya tak pernah menyesal dan takkan pernah menyesal.""Bermain dengan kostum putih ini merupakan sebuah kehormatan selama empat tahun. Bermain dengan pemain-pemain yang saya pernah bersama mereka juga suatu kehormatan selama empat tahun.""Bermain bersama Zinedine Zidane adalah kehormatan terbesar dalam karir saya di dunia sepakbola. Bermain dengan pemain-pemain seperti Ronaldo, Roberto Carlos, buatku, tak ada penyesalan sama sekali," tutur Beckham.Well, rasa sedih itu mungkin masih bisa dikurangi Beckham apabila Real Madrid dapat mempersembahkan gelar juara buatnya di musim ini, agar Beckham tidak pergi dengan tangan hampa -- dan malah akhirnya menyesal.Foto: Beckham saat pertama kali bergabung dengan Real Madrid. (AFP/Christophe Simon) (a2s/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads