Menilai Mahal Seorang Beckham
Jumat, 12 Jan 2007 11:14 WIB
Jakarta - David Beckham pindah ke klub Liga Amerika Serikat (MLS) Los Angeles Galaxy dengan deal yang disebut-sebut tertinggi di dunia olahraga. Benarkah Becks gelandang yang segitu fenomenalnya?Jika melihat kiprahnya saat di Inggris bersama Manchester United, gelandang 31 tahun itu memang istimewa. Setelah melakoni debutnya di Old Trafford pada 1995 dalam usia 19 tahun, Beckham muda cepat tumbuh menjadi lebih baik.Di level klub, kejayaannya ditandai dengan membantu Manchester United meraih enam gelar juara Liga Inggris, termasuk Treble Winner musim 1998/1999. Modalnya yakni umpan kaki kanan yang sangat terukur, dan tidak jarang membuat gol dari tendangan bebas.Kharisma Beckham langsung menyihir seluruh Inggris. Caretaker pelatih Inggris Peter Taylor mengangkatnya sebagai kapten untuk pertandingan melawan Italia, November 2000. Setelah Inggris dilatih Sven-Goran Eriksson, pria dengan nama lengkap David Robert Joseph Beckham resmi mengemban tugas kapten The Three Lions. Hingga kini, Beckham termasuk dalam lima besar pemain Inggris yang terbanyak membela timnas, dan satu-satunya pemain Inggris yang mencetak gol di tiga Piala Dunia berbeda.Namun di luar Inggris prestasi Beckham tidak istimewa. Setelah pindah ke Real Madrid mulai 2003, tidak satu pun prestasi diukirnya malah menjadi langganan pemain cadangan. Pamornya terus menurun, memancing media untuk mengungkit-ungkit kekurangannya.Jelas Beckham punya kekurangan, bahkan bisa dijabarkan lebih panjang dari prestasinya. Meski dipuja-puja publik Inggris, namun tidak sekalipun otoritas sepakbola Eropa apalagi dunia, memberikan pengakuan. Kalau nyaris, memang pernah. Yakni ketika menjadi runner-up FIFA World Player Of The Year tahun 1999 dan 2001, dan itu pun saat masih di Manchester United.Kondisi ini perlahan-lahan mempengaruhi opini publik. Beckham dicibir ketika mendapat kartu merah di perempatfinal Piala Dunia 2002 melawan Brasil. Ini merupakan kartu merah keduanya di Piala Dunia, karena di tahun 1998 juga diusir wasit karena menendang pemain Argentina Diego Simeone.Kehidupan pribadinya pun tak lepas dari sorotan. Mantan asisten pribadinya Rebecca Loos mengaku ada affair, meski kemudian dibantah Beckham. Masa suramnya pun tidak menjadi lebih baik, karena di Euro 2004 gagal mengeksekusi penalti di pertandingan pertama saat dikalahkan Prancis 2-1, dan juga di adu penalti melawan Portugal sehingga tersingkir di perempatfinal.Piala Dunia 2006 Jerman menjadi titik balik nama Beckham di Inggris. Setelah gagal lagi-lagi lewat adu penalti dari Portugal di perempatfinal, Beckham mundur sebagai kapten. Tetapi ternyata tidak hanya ban kapten yang lepas, pelatih baru Inggris Steve McClaren malah mendepaknya dari timnas.Demikian suramnya masa-masa Beckham di tahun terakhir, ternyata tidak seburuk yang terlihat. Suami mantan anggota Spice Girls Victoria Adams dan ayah Brooklyn, Romeo serta Cruz itu masih memiliki nilai jual fenomenal, Rp 2,2 triliun. Memang semahal itukah? (lom/mel)











































