Ronaldo Bukan yang Dulu Lagi
Selasa, 16 Jan 2007 11:45 WIB
Jakarta - Dahulu siapa tak tahu kehebatan Pemain Terbaik Dunia tiga kali, Ronaldo. Namun kini bahkan Real Madrid tidak melihatnya sebagai pemain penting. Ketika datang ke Santiago Bernabeu pada musim panas tahun 2002, Ronaldo memegang predikat sebagai top skor Piala Dunia yang berlangsung di Korea Selatan/Jepang. Di ajang tersebut, ia mencetak 8 gol sekaligus mengantar Brasil menjadi juara dunia untuk kelimakalinya. Oleh karena itu ketika ia dibeli senilai 39 juta euro, harapan Madridista membuncah. Pemilik nama lengkap Ronaldo Luis Nazario de Lima ini memenuhi harapan pada musim perdananya. Bagaimana tidak? Walau sempat menderita cedera di dua bulan pertama, Ronaldo langsung mengakhiri musim 2002-03 sebagai top skor Real di La Liga dengan perolehan 23 gol. Bukan cuma itu, bersama beberapa mega bintang Real yang sudah ada seperti Luis Figo dan Zinedine Zidane, ia mempersembahkan titel La Liga ke-29 untuk Los Blancos.Namun siapa sangka jika gelar tersebut menjadi yang pertama dan terakhir yang mampu diberikan Ronaldo untuk Real. Sesudah musim perdana yang gemilang, mantan striker Barcelona dan Inter Milan itu lebih banyak mendapatkan sorotan karena tubuhnya rentan cedera. Itu masih ditambah dengan berbagai skandal luar lapangan yang sangat mengakrabinya. Terlepas dari sorotan atas kekurangannya, di lapangan performa Ronaldo tidaklah buruk. Total 24 gol yang dicetaknya musim 2003-04 membuatnya menjadi Pichichi alias top skor La Liga.Di timnas Brasil, kondisinya setali tiga uang. Ronaldo masih mampu menyumbang gol demi gol buat timnas. Walau tak berhasil mempersembahkan gelar juara dunia keenam buat Brasil di Piala Dunia 2006, tambahan tiga gol menempatkan namanya sebagai top skor Piala Dunia sepanjang masa dengan total 15 gol. Walaupun cukup sukses, kritik tak pernah berhenti menghujaninya. Kritik pedas terutama terkait dengan fisiknya. Kegemukan. Begitu kata banyak pihak, termasuk Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyebut striker berjuluk Phenomenal itu. Gara-gara itu, publik Spanyol bahkan punya julukan baru buat Ronaldo yakni El Gordo alias si gemuk. Selalu mengelak dibilang kegemukan, striker yang kini berusia 30 tahun itu berusaha untuk menurunkan berat badannya pascaoperasi lutut seusai Piala Dunia 2006. Apalagi Fabio Capello --pelatih Real mulai musim 2006-07-- mengultimatum dirinya supaya menguruskan badan kalau mau dimainkan. Ronaldo memang mencoba mengembalikan kondisinya. Sayang tak seperti musim-musim sebelumnya, ia tak bisa bangkit lagi. Baru satu gol yang dicetak dalam tujuh pertandingan. Real pun makin mantap menatap penggantinya, Ruud Van Nistelrooy.Keputusan Real untuk menonaktifkannya sampai kontrak berakhir menjadi puncak dari kemalangan nasib Ronaldo. Kini tinggal menunggu waktu sebelum melihat karirnya di Bernabeu benar-benar berakhir. (mel/lom)











































