Eto'o Usik Keharmonisan Barca
Selasa, 13 Feb 2007 01:14 WIB
Barcelona - Kabar kurang enak mengusik keharmonisan Barcelona. Adalah Samuel Eto'o penyebabnya setelah menolak dimainkan Frank Rijkaard kala Barca menjamu Racing Santander di Liga Spanyol.Akhir pekan lalu fans Barcelona berkesempatan melihat trio maut yang mengantar mereka menjadi jawara Spanyol dan Eropa musim lalu saat Lionel Messi, Eto'o dan Ronaldinho bisa diturunkan bersama untuk kali pertama dalam tiga bulan terakhir.Sayang harapan itu tak terwujud. Cuma Messi -- yang baru melakoni comeback-nya dan masuk di 20 menit terakhir -- dan Ronaldinho yang terlihat di atas lapangan. Sementara Eto'o tidak dimainkan Rijkaard. Benarkah?Ternyata tidak, soalnya Rijkaard sebenarnya ingin menurunkan striker Kamerun itu di lima menit terakhir pertandingan seperti yang ia lakukan di laga sebelumnya menghadapi Osasuna. Namun tanpa alasan yang jelas Eto'o menolak dimainkan."Eto'o sempat melakukan pemanasan tapi setelah itu ia bilang ke asisten saya kalau dia tak ingin masuk lapangan. Itu tindakan memalukan, tapi saya belum berbicara dengannya untuk mengetahui alasan tersebut," sahut Rijkaard seperti diberitakan Yahoosports, Selasa (13/2/2007).Tindakan negatif Eto'o tak hanya terjadi di pertandingan tersebut. Striker 25 tahun itu dikabarkan tidak ikut berlatih dengan rekan-rekannya di kamp latihan Barcelona, Senin siang (12/2/2007).Kondisi ini menyulut perbedaan pendapat di antara anggota klub Catalan itu. Ronaldinho menjadi salah satu yang mengutarakan kekecewaannya. "Semuanya tergantung pada pemainnya, tapi selalu penting untuk diingat bahwa (pemain) harus memberikan yang terbaik buat tim."Sementara Victor Valdes dan Presiden Joan Laporta punya pendapat berseberangan. Mereka masih memberi toleransi pada pemain yang sudah tiga musim merumput di Nou Camp itu karena baru pulih dari cedera."Samuel sudah menderita selama empat bulan dan untuk bisa kembali seperti dulu ia perlu bermain dan mencetak gol. Kita harus berada di pihaknya. Dan Rijkaard hebat dalam menangani masalah ini akan tahu bagaimana mencari solusi terbaik," bela Laporta. (din/a2s)











































