Satu Sudah Cukup, Becks

Satu Sudah Cukup, Becks

- Sepakbola
Senin, 18 Jun 2007 09:30 WIB
Satu Sudah Cukup, Becks
Jakarta - Belasan tropi mampu disumbangkan David Beckham untuk Manchester United. Di Real Madrid ia hanya mempersembahkan satu gelar, itupun di penghujung cerita. Tapi rasanya itu sudah cukup.Dengan reputasi yang disandang klub raksasa Spanyol ini, kontribusi Beckham terasa amat minim. Apalagi ia sudah menghuni Santiago Bernabeu saat Real masih sebagai Los galacticos dengan bintang-bintang kelas satu seperti Zinedine Zidane, Ronaldo, Luis Figo, Raul Gonzalez, dan lain-lain.Tapi Beckham memperoleh momentum yang tepat waktu dan nilainya barangkali tetap sepadan dengan penantian empat tahun tanpa gelar dari seluruh Madridista. Dan Beckham menangkap momentum itu dengan sangat cantik.Ia semula seperti "jual mahal" pada manajemen Real saat minta perpanjangan kontrak dengan bayaran lebih tinggi dari yang sudah selangit. Ia juga minta jaminan tim inti karena mulai sering duduk di bangku cadangan sejak Fabio Capello datang.Bos Real tidak mampu (atau tidak mau?) memenuhi keinginan Bechkam tersebut, walaupun tidak bisa ditampik bahwa bintang Inggris itu adalah mesin penghasil uang yang sungguh menggiurkan. Income dari penjualan merchandise klub sejak Beckham datang memperlihatkan kenaikan yang signifikan.Beckham pun dibiarkan menandatangani kontrak ratusan juta dolar dengan klub AS LA Galaxy. Real pun kesal karena mereka takkan mendapatkan fee dari kepindahan pemainnya itu karena kontrak tersebut berlaku setelah ia free transfer.Capello tak kalah berang. Ia membekukan eksistensi Beckham dari skuadnya. Ia diklaim takkan dimainkan lagi sejak pertengahan Januari lalu sampai musim berakhir. Yang bisa dilakukan Beckham hanya menyibukkan dirinya di kamp latihan.Di sinilah Beckham mengeluarkan senjatanya. Ia tidak mengeluh, tetap menjadi selebriti lapangan hijau yang ramah dan charming di hadapan fans, dan tidak berkurang sedikitnya semangat buat berlatih.Hal terakhir membuat Capello sedikit luluh. Masa pembekuan Beckham disudahi sebulan kemudian dan ia mulai dilibatkan lagi dalam pertandingan-pertandingan Real Madrid.Beckham pun sungguh beruntung. Permainannya malah membaik, menuju level terbaik yang belum pernah ia tunjukkan sejak kali pertama berada di bumi Spanyol. Kontribusi teknisnya makin terasa di masa-masa akhir kompetisi, saat Real berjuang keras di puncak klasemen. Daya juang Beckham yang luar biasa tinggi dan umpan-umpannya yang fantastis turut menginspirasikan peningkatan statistik permainan Raul cs.Kehebatan dan kebesaran Beckham justru muncul belakangan, yang membuat Capello menyesal sempat memperlakukannya dengan tidak adil. Ia dan presiden Ramon Calderon hanya bisa mengurut dada atas kesalahan mereka melepas Beckham ke klub lain.Fans pun terlanjur mencintai Beckham, terutama atas sikapnya yang tetap profesional meski sudah berkomitmen pada klub lain. Beckham pada gilirannya dirasakan sebagai pengerak mesin permainan tim yang amat dibutuhkan untuk mengakhiri puasa gelar dalam tiga musim terakhir.Klimaks itu pun terjadi dinihari tadi. Beckham akhirnya memberikan gelar juara itu buat Real Madrid. Meskipun tidak main bagus dan diganti di menit 66, namun kontribusi Beckham terutama dalam dua bulan terakhir sungguh krusial. "Thank you, Sir David". Demikian salah satu poster yang diusung suporter Real Madrid menjelang perpisahan mereka. Beckham pun, sebagaimana amat berharap, bisa meninggalkan klubnya itu dengan kepala tegak dan rasa bangga: bahwa dirinya bisa juga mempersembahkan titel juara. (a2s/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads