Capello Memang Raja Midas
Senin, 18 Jun 2007 10:13 WIB
Jakarta - Dua kali menangani Real Madrid, dua kali pula Fabio Capello mempersembahkan gelar juara buat Los Blancos. Pria Italia itu seperti Raja Midas yang membuat apa yang disentuhnya menjadi emas.Musim panas 1996 Capello pertama kali menjejak kaki di Madrid. Ketika itu dia diharapkan mengangkat prestasi Real yang dua musim terakhir dipecundangi rival beratnya, Barcelona, dalam perburuan La Liga. Mantan punggawa tim nasional Italia di era 1972-1976 itu melakukan perubahan besar di Real. Dia merekrut beberapa pemain seperti Roberto Carlos, Predrag Mijatovic, Davor Suker dan Clarence Seedorf. Real menggeliat dan merengkuh gelar La Liga. Namun setelah mempersembahkan gelar juara, Capello meninggalkan Real karena kontraknya tidak diperpanjang Lorenzo Sanz. Awal musim panas tahun 2006, Real berada dalam posisi hampir serupa dengan 10 tahun silam. Yang ini bahkan lebih memilukan karena juara Liga Champions sembilan kali itu telah puasa gelar selama tiga musim. Sama seperti 10 tahun silam, Capello awalnya pun diragukan. Tidak cuma Real terseok-seok di paruh pertama kompetisi, dia, yang berkarakter keras, membuat sejumlah kontroversi. Yang paling menjadi sorotan adalah keputusannya untuk mencoret David Beckham dari skuad utama Real gara-gara menandatangani kontrak dengan Los Angeles Galaxy. Namun di sinilah Capello menunjukan kebesaran hatinya. Tanpa gengsi dia menjilat ludahnya sendiri dengan mengembalikan Beckham ke skuad utama Real kurang dua bulan setelah membekukannya. Keputusan berani itu berbuah manis. Beckham terbukti menjadi kunci laju Real berikutnya. Dalam 17 pertandingan berikutnya, Real "menggila" dengan torehan 12 kemenangan, empat seri, dan 'hanya' sekali kalah. Kemenangan atas Real Mallorca di jornada ke-38 membuat Real merengkuh gelar La Liga ke-30. Capello lagi-lagi sukses. Pria yang hari ini genap berusia 61 tahun itu menunjukan kalau dialah sang Raja Midas. Pasalnya bukan cuma di Real, Capello mampu membuktikan kesaktiannya bersama tim-tim yang pernah dibesutnya. Saat membesut AC Milan musim 1991-1996 dan 1997-1998, Rossoneri berhasil merengkuh empat gelar Scudetto. Hebatnya, Scudetto pertama dipersembahkannya pada musim pertama melatih di Milan.Tangan emasnya terbukti lagi di AS Roma, tim yang dibesutnya musim 1999-2004. Walaupun bukan di musim pertamanya menangani Roma, Gialorossi diberi gelar Scudetto pertama dalam 16 tahun di tahun 2001. Juventus, yang diarsitekinya musim 2004-2006, diberi dua gelar Scudetto--walau belakangan dicopot karena skandal calciopoli. Sama seperti waktu di Milan, Juve diberinya gelar pada musim pertamanya melatih. Terlepas dari suksesnya, Capello termasuk sosok yang kurang populer di mata fans dan pemain. Sebelum dengan Beckham dan Ronaldo --yang akhirnya pindah ke Milan-- dia juga pernah membuat sejumlah pemain bintang seperti Francesco Totti dan Antonio Cassano keki. Namun sebagai seorang pelatih, tidak boleh ada yang meragukan kualitas Capello. Celakanya, kemampuan dia rupanya tidak menggoyahkan manajemen Real. Buktinya, belum ada kepastian mengenai karirnya. "Saya sudah katakan beberapa kali kalau saya ingin terus menangani Real Madrid, tapi semuanya masih tergantung oleh (Ramon) Calderon," tukasnya. (mel/a2s)











































