Pesta 7 Negara di Santiago Bernabeu

Pesta 7 Negara di Santiago Bernabeu

- Sepakbola
Senin, 18 Jun 2007 11:50 WIB
Pesta 7 Negara di Santiago Bernabeu
Jakarta - Pesta besar digelar di seantero kota Madrid menyusul keberhasilan El Real merengkuh gelar La Liga. Sebuah kegembiraan dan selebrasi juara yang juga dirasakan tujuh negara di tiga benua.Senin (18/6/2007) dinihari WIB, pertunjukan bertajuk perebutan gelar La Liga rampung dipentaskan. Sebuah kisah dramatis yang memunculkan Real Madrid sebagai kampiun hanya dengan keunggulan head to head dari musuh abadinya, Barcelona.Layaknya menyambut keberhasilan, pesta pun digelar mulai dari Santiago Bernabeu hingga seluruh pelosok kota Madrid. Sebuah parade kemenangan yang terakhir mereka gelar empat tahun lalu.Bendera dan spanduk El Real jelas terlihat di sana-sini. Tak ketinggalan tentunya bendera kebesaran Kerajaan Spanyol yang digunakan sebagai jubah oleh Raul Gonzales dan Michel Salgado.Karena sudah menjadi tradisi Real selalu mendatangkan pemain-pemain multi bangsa, pesta di Santiago Bernabeu dinihari tadi juga menjadi perayaan buat setidaknya tujuh negara dari tiga belahan benua. Selain Spanyol, dalam 18 pemain yang dimasukkan daftar starting line-up Fabio Capello semalam, juga terdapat perwakilan dari Brasil, Argentina, Inggris, Italia, Belanda sampai Mali.Ruud van Nistelrooy sang top skor namun dalam pertandingan tersebut tampil minus gol dengan bangga menggenakan jubah berwarna merah-putih-biru yang tak lain adalah bendera negara kelahirannya, Belanda. Sementara Union Jack diusung David Beckham yang asyik berpesta dengan ketiga anaknya, Broklyn, Romeo dan Cruz Satu-satunya Italiano di Los Merengues, Fabio Cannavaro, juga tak mau ketinggalan menunjukkan eksistensi negaranya yang merupakan sang juara dunia. Tricolore, hijau-putih-merah tak lepas dari pundak kapten Gli Azzurri itu.Kalau hampir seluruh pemain Real melakukan victory lap usai memastikan kemenangan dan merengkuh gelar juara, ritual berbeda dijalani Mahamadou Diarra. Sebagai seorang muslim, gelandang Mali itu langsung melakukan sujud di tengah lapangan sebagai tanda syukur atas sukses yang diraih bersama klub barunya itu -- pastinya dengan bendera Mali masih diikatkan ke leher.Warna hijau yang muncul dari bendera Brasil juga jadi pemandangan tak asing dalam pesta tersebut. Maklum, Brasil merupakan eksportir legiun asing terbanyak di Real dengan lima pemain. (din/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads