Hansi Flick tahu Lamine Yamal lagi down usai "dikantungi" Marc Cucurella. Maka pelatih Barcelona itu menyemangati Yamal untuk segera bangkit.
Yamal jadi sorotan saat Barcelona kalah 0-3 di kandang Chelsea tengah pekan kemarin. Sepanjang laga, Yamal benar-benar dimatikan oleh Cucurella yang juga kompatriotnya di Timnas Spanyol.
Pada akhirnya Yamal ditarik keluar pada menit ke-80. Saat menuju bench, raut muka Yamal terlihat kesal karena tidak mampu berbuat apapun selama di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi ini disebut bisa mempengaruhi mental Yamal yang baru berusia 18 tahun. Jika Yamal kena efek negatif, maka Barcelona yang akan merugi mengingat mereka begitu mengandalkannya.
Oleh karenanya, Flick mencoba membesarkan hati Yamal setelah laga itu. Dia ingin Yamal segera bangkit karena Barcelona membutuhkan kemampuannya saat menghadapi Alaves akhir pekan ini.
Setelah itu, Barcelona sudah ditunggu lawan berat yakni Atletico Madrid.
"Mood Lamine bagus kok," ujar Flick di ESPN.
"Ada banyak pemain yang tidak senang ketika diganti. Saya juga pernah jadi pemain dan terkadang saya menunjukkan reaksi yang tidak tepat, tapi itu wajar. Itu emosi," sambungnya.
"Buat saya, Cucurella adalah salah satu bek kiri terbaik dunia. Tidak mudah menghadapinya, dia sangat pintar, sangat cerdik di pertahanan."
"Langkah berikutnya untuk Yamal adalah membuktikan bahwa tidak akan tampil buruk seperti di laga itu, lupakan saja. Alaves yang penting sekarang dan dia harus tampil dalam bentuk terbaik."
(mrp/pur)











































