Prediksi Juara Liga Spanyol: Barca Favorit Kuat Supercomputer, Madrid Kedua

Prediksi Juara Liga Spanyol: Barca Favorit Kuat Supercomputer, Madrid Kedua

Kris FW - Sepakbola
Selasa, 03 Mar 2026 17:20 WIB
BARCELONA, SPAIN - FEBRUARY 28: Lamine Yamal of FC Barcelona celebrates 3-1 with Robert Lewandowski of FC Barcelona, Jules Kounde of FC Barcelona, Fermin Lopez of FC Barcelona, Pedri of FC Barcelona  during the LaLiga EA Sports  match between FC Barc
Barcelona favorit kuat juara Liga Spanyol menurut supercomputer Opta. Foto: Getty Images/Soccrates Images
Jakarta -

Persaingan gelar juara LaLiga 2025/2026 mengerucut jadi duel dua raksasa, dengan supercomputer Opta menjadikan Barcelona sebagai favorit kuat di atas Real Madrid.

Per awal Maret 2026, Barcelona memimpin klasemen dengan 64 poin dari 26 laga. Real Madrid membuntuti dengan 60 poin dari jumlah pertandingan yang sama.

Barca Favorit Kuat

Menurut simulasi supercomputer Opta, per 3 Maret 2026, peluang Barcelona menjadi juara Liga Spanyol mencapai 79,51 persen. Angka itu jauh di atas Real Madrid yang berada di kisaran 20,37 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara matematis, peluang tim selain dua klub tersebut nyaris tak berarti. Atletico Madrid hanya diberi 0,10 persen, sementara Villarreal 0,02 persen.

Artinya, LaLiga musim ini hampir pasti jadi "balapan dua kuda".

ADVERTISEMENT

Selisih Tipis, Tekanan Besar

Barcelona unggul empat poin dari Madrid dan punya selisih gol jauh lebih baik (+45 berbanding +32). Konsistensi Blaugrana sepanjang musim membuat mereka lebih diunggulkan dalam simulasi.

Namun, jarak empat poin bukan selisih aman. Satu hasil imbang atau kekalahan bisa membuka kembali peluang Madrid, apalagi dengan pengalaman mereka dalam perburuan gelar.

Real Madrid juga masih memiliki jadwal krusial yang bisa memangkas jarak secara langsung jika Barcelona terpeleset.

Duel Mental

Dengan sisa 12 pertandingan, persaingan gelar LaLiga kini menjadi adu konsistensi dan mental juara antara Barcelona dan Real Madrid.

Akankah Barca mempertahankan keunggulan dan mengonversi probabilitas 79 persen itu menjadi trofi, atau Madrid membalikkan prediksi superkomputer dan membuat comeback dramatis?

Menurut detikers bagaimana?

(krs/cas)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads