Xavi Tuding Laporta Halangi Messi Pulang ke Barcelona

Xavi Tuding Laporta Halangi Messi Pulang ke Barcelona

Adhi Prasetya - Sepakbola
Senin, 09 Mar 2026 13:40 WIB
Laporta (kiri) dan Xavi dalam jumpa pers pada April 2024. Sebulan berselang, Xavi dipecat oleh Barcelona.
Laporta (kiri) dan Xavi dalam jumpa pers pada April 2024. Sebulan berselang, Xavi dipecat oleh Barcelona. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

Xavi Hernandez mengklaim Lionel Messi sudah hampir 'mudik' ke Barcelona saat ia menjadi pelatih di sana. Namun semuanya buyar karena tak direstui sang presiden klub saat itu, Joan Laporta.

Hal itu diungkapkan Xavi dalam wawancara dengan La Vanguardia dan dikutip Marca pada Minggu (8/3/2026). 'Serangan' Xavi kepada Laporta diduga berkaitan dengan pemilihan presiden Barcelona yang akan menggelar pemungutan suara pada 15 Maret mendatang.

Laporta yang memimpin Barca sejak 2021 sudah mundur pada Februari lalu, namun itu dikarenakan ia ingin maju lagi di periode selanjutnya, yang mengharuskan ia mundur selama periode pemilihan. Sementara itu, Xavi diketahui mendukung Victor Font, rival Laporta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Xavi pun ditanyai tentang Messi, eks rekan setimnya yang cabut dari Barca pada musim panas 2021 untuk pergi ke Paris Saint-Germain usai habis kontrak. Saat itu Barca tak mampu untuk memberi perpanjangan meski gajinya dipotong hingga 50 persen dari kontrak sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Setelah dua tahun bermain untuk PSG, Messi sempat dikaitkan kembali dengan Barcelona. Xavi mengklaim bahwa Messi bersedia pulang, namun Laporta yang menolaknya khawatir bintang Argentina itu terlalu berkuasa.

"Presiden (Laporta) tak mengatakan yang sebenarnya. Leo sudah digaet. Pada Januari 2023, usai juara Piala Dunia (2022), kami saling berkontak dan dia (Messi) bilang ke saya bahwa dia sangat antusias untuk kembali, dan saya melihatnya," ujar Xavi.

"Kami berbicara sampai Maret dan saya beri tahu dia, 'Baiklah, saat kamu memberi tanda setuju ke saya, saya akan bilang ke presiden karena saya melihatnya sebagai pilihan yang tepat untuknya dari perspektif sepak bola.'"

"Presiden mulai menegosiasikan kontrak dengan ayah Leo dan kami mendapat lampu hijau dari LaLiga, tetapi presidenlah yang menggagalkan semuanya."

"Kepentingan saya adalah mengatakan yang sebenarnya dan Leo batal pulang ke BarΓ§a karena presiden tidak menginginkannya, bukan karena LaLiga atau karena Jorge Messi meminta lebih banyak uang, itu bohong, presiden dan kroninya yang bilang tidak kepadanya, bahwa dia tidak punya dana, bahwa dia memiliki semua kuasa dan bahwa Messi akan menyalahgunakan kekuasaan itu," tegas pelatih Barcelona pada 2021-2024 itu.

(adp/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads