Adu Taktik dengan Simeone, Arbeloa Merasa Terhormat

Adu Taktik dengan Simeone, Arbeloa Merasa Terhormat

Lucas Aditya - Sepakbola
Minggu, 22 Mar 2026 15:00 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - DECEMBER 16: Alvaro Arbeloa, head coach of Real Madrid Castilla, looks on during the Premier League International Cup match between Manchester City and Real Madrid Castilla at Joie Stadium on December 16, 2025 in Manchester, Eng
Alvaro Arbeloa merasa terhormat beradu taktik dengan Diego Simeone. (Foto: Getty Images/Ben Roberts Photo)
Jakarta -

Real Madrid akan menjamu Atletico Madrid dalam lanjutan Liga Spanyol. Alvaro Arbeloa merasa terhormat bisa beradu taktik dengan Diego Simeone.

Derbi Madrid tersebut akan berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu, Senin (23/3/2026) dini hari WIB. Laga ini sangat krusial bagi Madrid untuk menjaga peluang menjuarai Liga Spanyol musim ini.

El Real saat ini menempati posisi kedua klasemen Liga Spanyol dengan koleksi 66 poin. Sementara itu, Barcelona masih kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan empat poin lebih banyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diego Simeone sendiri sudah dua dekade menukangi Atletico. Oleh karena itu, ia sudah sangat paham dengan atmosfer panas laga derbi tersebut. Pelatih asal Argentina itu juga telah menyumbangkan banyak prestasi untuk Los Colchoneros, termasuk delapan trofi yang di antaranya adalah dua gelar juara Liga Spanyol.

ADVERTISEMENT

Arbeloa sendiri memiliki sejarah panjang melawan AtlΓ©tico saat masih aktif sebagai pemain Madrid. Ia tercatat telah melakoni 21 laga melawan AtlΓ©tico, di mana 18 pertandingan di antaranya dijalani Arbeloa saat AtlΓ©tico sudah berada di bawah asuhan Simeone.

"Saya fokus pada tim saya sendiri, dan merupakan sebuah hak istimewa bisa menghadapi pelatih seperti Diego Simeone, yang telah menghabiskan bertahun-tahun di Atletico dengan menunjukkan kualitasnya sebagai pelatih, bakatnya, ke mana dia membawa mereka, konsistensi yang dia jaga, dan level yang berhasil dia kembalikan ke Atletico," ujar Arbeloa melalui situs resmi klub.

"Ini adalah sebuah kehormatan karena dia adalah tipe pelatih yang mendorong Anda hingga ke batas kemampuan, menuntut hasil maksimal, dan membuat Anda berpikir keras tentang jalannya pertandingan. Merupakan suatu kehormatan untuk menghadapi para pelatih terbaik di dunia," pungkasnya.




(cas/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads